Shalat Nishfu Sya’ban: Sunnah yang Dibid’ahkan
Redaksi menurunkan tulisan Ustadz Abdul Latif, SE, MA mengenai dalil-dalilnya
Pertanyaan Keempat:
Bacaan dalam shalat Nishfu Sya’ban (al-Ikhlash 10 kali setelah al-Fatihah, sehingga dikallikan 100 rakaat menjadi 1.000 kali membaca al-Ikhlash) adalah bacaan yang mengada-ada. Tidak pernah dilakukan juga oleh Rasulullah SAW.
Bacaan yang dibaca dalam shalat nisfu Sya’ban setelah al-Fatihah terserah. Ayat manapun termasuk al-Ikhlas boleh dibaca dalam shalat asalkan ayat al-Qur’an. Tidak ada juga ketentuan bahwa surat al-Ikhlash tidak boleh dibaca beberapa kali dalam satu rakaat.
“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an.” (QS. Al-Muzammil: 20)
Imam masjid Quba selalu membaca surat al-Ikhlash setiap selesai fatihah, ia selalu menyertakan surat al-Ikhlash lalu baru surat lainnya, lalu makmumnya protes, seraya meminta agar ia menghentikan kebiasaanya, namun Imam itu menolak, silahkan pilih imam lain kalau kalian mau, aku akan tetap seperti ini, maka ketika diadukan pada Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW bertanya mengapa kau berkeras dan menolak permintaan teman temanmu (yg meminta ia tak membaca surat al-ikhlash setiap rakaat), dan apa pula yg membuatmu berkeras mendawamkannya setiap rakaat?” ia menjawab: “Aku mencintai surat al-Ikhlash”, maka Rasul saw menjawab : “Cintamu pada surat al-Ikhlash akan membuatmu masuk surga.” (Shahih Bukhari hadits no. 741).
Kesimpulannya, shalat Muthlaq pada malam Nishfu Sya’ban secara berjamaah sebanyak 100 rakaat dengan membaca surat Al-Ikhlash 10 kali setiap selesai Fatihah dibolehkan. Jangan sampai kita mengharamkan apa yang dihalalkan Allah SWT. Jika Nabi SAW saja tidak boleh apalagi kita.
Entah kapan dan dimana peringatan Nishfu Sya’ban pertama kalinya dilakukan dengan ritual peribadatan membaca tahlilan, membaca surat Yasin, dan membaca do’a Nishfu Sya’ban. Yang jelas masyarakat muslim di Mesir dan di Yaman telah melaksanakannya seperti itu dan menjadi tradisi. Padahal, hal itu tidak pernah dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW dan ini betul-betul merupakan hasil kreasi atau ijtihad para ulama saja.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

