Shalat Nishfu Sya’ban: Sunnah yang Dibid’ahkan

Redaksi menurunkan tulisan Ustadz Abdul Latif, SE, MA mengenai dalil-dalilnya

Ritual peribadatan Nishfu Sya’ban kemudian masuk ke Indonesia, khususnya ke Betawi, yang menurut perkiraan dibawa oleh para ulama atau habaib dari Yaman. Sehingga wajar jika ritual peribadatan Nishfu Sya’ban di Betawi khususnya, tidak jauh berbeda dengan yang ada di Yaman.

Di masyarakat Betawi, peringatan Nishfu Sya’ban seakan telah menjadi acara wajib seperti halnya Maulidan dan Rajaban, yang dilakukan di masjid dan mushala setelah shalat maghrib. Urutan peringatan Nishfu Sya’ban secara umum adalah sebagai berikut: Pertama, pemberian kata pengantar dari seorang ustadz atau kiai setempat yang berisi tentang perihal Nishfu Sya’ban; kedua, membaca tahlil; ketiga, membaca surat Yasin tiga kali yang setelah bacaan surat Yasin yang pertama dilanjutkan dengan berdoa meminta kepada Allah SWT Agar diberikan kesehatan dan diperpanjangkan umurnya, setelah bacaan surat Yasin yang kedua dilanjutkan dengan doa agar Allah SAW memberikan rezeki yang berlimpah dan halal. Setelah bacaan Yasin yang ketiga dilanjutkan dengan doa agar Allah SWT menetapkan iman dan Islam, dan keempat, membacakan doa Nishfu Sya’ban sekaligus menutup acara peringatan Nishfu Sya’ban.

Yang menarik dari peringatan Nishfu Sya’ban di Betawi adalah kegiatan tabarruk (mengambil berkah) yang dilakukan hampir oleh seluruh hadirin dengan meletakan air putih dalam kemasan di tengah-tengah tempat peringatan selama peringatan berlangung. Namun terlepas dari itu semua, Nishfu Sya’ban mempererat jalinan silaturahim dan kebersamaan menjelang datangnya Bulan Ramadhan. []

Oleh: Ust. Abdul Latif, SE, MA


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi