Shafar Dalam Dimensi Sufi
bulan Shafar, ia adalah bagian dari dua belas bulan dalam satu tahun hijriah
Ketika hati sudah bersih dari kotoran-kotoran maka tahap berikutnya adalah tahalli (memperindah diri). Selama ini kita sibuk mempercantik fisik dan lalai pada keindahan jiwa. Tidak sedikit di antara kita yang meluangkan waktu lama bersolek di depan cermin namun tergesa-gesa tatkala sedang berada di atas sajadah beribadah kepada Tuhan. Padahal kecantikan jiwalah yang kelak dapat mengantarkan manusia pada keindahan yang hakiki yakni perjumpaan hamba dengan sang Maha Indah kelak dalam surga-Nya.
Ketika kita sudah mampu mempercantik diri dengan akhlakul karimah, maka akan muncul tajalli ilallah. Tajalli berarti menyambungkan diri dengan Allah. Seorang hamba yang menempuh jalan tajjali akan mengarahkan sejauh mata memandang selalu bermuara pada keindahan Allah, kemuliaan-Nya Allah, kasih-sayang-Nya Allah, kebaikan-Nya Allah, kekuasaan-Nya Allah, dan seterusnya.
Baca juga: Ini Tata Cara Pelaksanaan Shalat Lidaf’il Bala Bulan Shafar
Manusia yang sudah nyambung dengan Allah, mengerahkan seluruh pancaindra bergerak ke satu arah titik fokus yakni, hanya dari, untuk, dan kepada Allah lah kehidupan yang senyata-nyatanya.
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Dalam pandangan para sufi, Shafar terdiri dari tiga huruf. Shad, Fa, Ra. Shad, shafaul qulub (kebersihan hati). Fa, fana’un nafs, (peleburan diri), dan Ra, riyadhatun nafs.
Syaikh Junaedi ra. berkata, kebersihan hati merupakan sifat suatu yang terhindar dari kekeruhan (ghaflah) dari mengingat Allah Swt. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa lupa kepada Allah bahayanya lebih besar masuk neraka. Karena yang menyebabkan masuk neraka adalah lupa kepada Allah. Allah Swt berfirman dalam surat az-Zumar ayat 22.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

