Sederhana Itu Indah
Kesederhanaan bukan kekurangan, tapi jalan menuju syukur dan kedamaian yang hakiki
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat dan menuntut, seringkali kita terlena mengejar kemewahan, pengakuan, dan kesempurnaan yang tak ada habisnya. Kita terpapar pada citra kesuksesan yang diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, seberapa tinggi posisi kita, atau seberapa sempurna hidup kita terlihat di mata orang lain.
Namun, di balik gemerlap fatamorgana ini, terdapat sebuah kebenaran yang sering terlupakan: kesederhanaan memiliki keindahannya sendiri, sebuah pesona yang mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan sejati.
Kesederhanaan bukanlah kemiskinan atau kekurangan. Ia adalah pilihan sadar untuk membebaskan diri dari beban materi yang berlebihan, tuntutan sosial yang tak relevan, dan kompleksitas pikiran yang menguras energi. Ini adalah tentang menemukan kepuasan dalam hal-hal kecil, menghargai esensi daripada kemasan, dan memprioritaskan apa yang benar-benar penting dalam hidup.
Coba bayangkan sejenak. Sebuah senja yang sederhana, dengan gradasi warna jingga dan ungu yang memudar di cakrawala, jauh lebih menenangkan daripada lampu-lampu kota yang gemerlap. Secangkir kopi hangat di pagi hari, ditemani buku favorit, seringkali terasa lebih memuaskan daripada makan malam mewah di restoran bintang lima.
Percakapan tulus dengan sahabat lama, yang hanya diisi tawa dan cerita tanpa pretensi, jauh lebih berharga daripada pertemuan sosial yang ramai namun hampa. Keindahan sejati seringkali ditemukan dalam momen-momen inilah, saat kita mengizinkan diri untuk hadir sepenuhnya, tanpa gangguan, tanpa tuntutan.
Gaya hidup sederhana juga membebaskan kita dari jerat konsumerisme. Kita berhenti membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, mengurangi tumpukan yang hanya akan memenuhi ruang dan pikiran. Dengan demikian, kita tidak hanya menghemat sumber daya, tetapi juga menciptakan lebih banyak waktu dan ruang untuk hal-hal yang benar-benar memperkaya jiwa: mengembangkan hobi, menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, atau bahkan sekadar merenung dalam keheningan. Ini adalah tentang mempraktikkan hidup minimalis yang berfokus pada pengalaman dan koneksi, bukan pada kepemilikan.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

