Sanad Perjuangan Guru Sufi Itu Nyata

Salah satu sanad yang diterima dari Guru Sufi adalah sanad perjuangan

Salah satu sanad yang diterima dari Guru Sufi adalah sanad perjuangan. Sanad ini tak kasat mata, namun akan terlihat ketika didzahirkan dalam perbuatan nyata.

Setiap guru sufi adalah pejuang pada zamannya yang kemudian dilanjutkan oleh murid-muridnya. Silsilah perjuangan yang bermula dari mujahadatun nafsi, dalam rangka tashfiyatul qulub wa tarbiyatun nufus wa tahdzibul akhlak melalui irsyad seorang guru yang qalbunya suci dan bertaqwa.

Sanad perjuangan itu juga secara eksplisit terungkap dalam wasiat Pangersa Abah Sepuh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra.

“Anggurmah buktikeun kahadean sina medal tina kasucian (lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian),” demikian bunyi Tanbih yang dikeluarkan pada 13 Februari tahun 1956 tersebut.

Baca juga: Thariqah Samaniyyah; Sejarah dan Nasionalisme

Perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh guru-guru sufi adalah bukti adanya sanad perjuangan itu. Misalnya, Syekh Abdul Karim al-Bantani yang lahir di Serang pada tahun 1840 M. Beliau menuntut ilmu di Mekah berguru pada Syekh Ahmad Khatib Sambas dan ulama besar lainnya serta bertemu dengan jejaring ulama nusantara di antaranya Syekh Nawawi al-Bantani, Kiai Kholil Bangkalan, Syekh Mahfudz Tremas.

Khalifah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) lalu kembali ke tanah air mendirikan pesantren. Jejaring tarekat dan murid-muridnya merupakan penggerak perlawanan petani melawan Belanda tahun 1888 yang dikenal Geger Cilegon.

Lalu Syekh Abdus Shamad al-Palimbani yang lahir di Palembang pada tahun 1704 M. Setelah berguru pada ayahnya Syekh Abdul Jalil di Kedah dan ulama Patani, ia melanjutkan ke Mekah dan Madinah. Bertemu dengan jejaring ulama seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Syekh Abdul Wahhab Bugis, Syekh Abdul Rahman Al-Batawi, dan Syekh Daud Al-Fatani.

Di sana ia berguru pada Syekh Muhammad bin Samman dan ulama besar lainnya hingga menjadi Mursyid tarekat Samaniyah. Beliau tiada henti menggelorakan semangat jihad melawan penjajah baik di Patani maupun di Nusantara. Karyanya Nashihatul Muslimina wa Tazkiratul Mu’minina fi Fadhailil Jihadi wa Karaamatil Mujtahidina fi Sabilillah mengilhami semangat jihad di antaranya masyarakat Aceh untuk melawan kolonial.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi