Safari Dakwah Karimunjawa: Perkuat Ikhwan Hadapi Tantangan Pariwisata
Pada malam harinya, jamaah TQN Suryalaya menggelar manaqib di Masjid Nurul Huda
Kyai Wahfiudin memulai acara dengan diskusi tentang ghaflaf. “Ghaflah adalah sikap acuh, tidak peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan. Ini bisa merugikan bangsa baik secara finansial maupun sosial,” ujar Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.
Sabtu malam, selepas isya digelar pengajian tasawuf di Masjid Baitul Muttaqin. 80 jamaah yang terdiri dari tokoh pemuda, ormas, ulama dan warga sekitar antusias mengikuti hingga selesai. Bahkan selepas penutupan pengajian, masih dilanjut dengan diskusi hingga pukul 02.00.
Para pengurus PCNU Karimunjawa yang turut hadir dalam diskusi banyak menyampaikan perkembangan yang terjadi di daerah wisata itu. “Pesatnya pembangunan industri pariwisata di Karimunjawa tidak bisa dihindari. Namun apa yang bisa kita perbuat?” tanya Ust. Khul.
Kyai Wahfiudin yang juga Sekretaris Divisi SDM & Pengkaderan Lembaga Dakwah PBNU ini menyarankan agar kegiatan keagamaan corak ASWAJA perlu lebih ditingkatkan untuk membentengi umat. “Anak-anak juga harus mulai dilatih bahasa Inggris dan ketrampilan IT agar bisa memanfaatkan peluang yang ada di daerahnya,” katanya.
Ahad pagi rombongan meninggalkan Karimunjawa menuju Jepara menggunakan Kapal Feri. Perjalanan yang biasanya “memakan” waktu 4,5 jam saat itu menjadi 6 jam dikarenakan ombak yang cukup besar.
Setiba di Jepara, setelah rehat untuk shalat dan makan siang, Kyai Wahfudin dan tim melanjutkan perjalanan ke Semarang untuk menghadiri syukuran pernikahan emas Kyai Anhari Basuki. Wakil talqin yang berdomisili di Jl. Banteng Utara ini menggelar acara di Masjid al-Muhtadun. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

