Safari Dakwah di Bali, 200 Jamaah Ikut Talqin Dzikir
Ada sekitar dua ratus orang yang mengikuti Manaqib dan menerima talqin dzikir
“Di dalam qalbu (ruh) itulah, semua potensi, kemampuan ruhaniyah mengakar berpusat di qalbu,” ucap KH. Wahfiudin Sakam saat menyampaikan khidmah ilmiah manaqib, Jum’at (29/7) di Pondok Pesantren Istiqlal, Kab. Buleleng, Bali.
Wakil Talqin Pangersa Abah Anom itu menjelaskan, bahwa diri manusia yang hakiki adalah ruh. Ruh ada qalbunya, qalbu yang ruhani di dalamnya ada kesadaran (asy syu’ur), perasaan (adz dzauq), memori (adz dzakirah), kemauan (iradah), iman, moral dan akal.
“Bibit iman itu sudah ada di dalam qalbu setiap orang,” jelasnya dihadapan jamaah yang terdiri dari santri, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Baca juga: Pangersa Abah Anom: Baik Buruk Seseorang Tergantung Qalbunya
Orang mukmin itu awalnya qalbunya bersih, namun terkadang melakukan dosa baik secara lahir maupun dosa batin seperti dengki, dendam dan lain sebagainya.
Sungguh seorang mukmin ketika berbuat dosa ada bercak hitam di qalbunya. (HR. Ibnu Majah).
Semakin banyak dosanya, semakin banyak bercak hitamnya semakin hitam qalbunya, sambung Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat tersebut.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______


