Puasa Muharram dan Berbuat Baik kepada Anak Yatim
Bulan Muharram termasuk salah satu dari Asyhurul Hurum (bulan bulan yang diharamkan)
Dari Ibnu Abbas ra: Saya tidak melihat Nabi Saw mementingkan puasa pada hari yang diutamakan dari hari lainnya kecuali hari ini, yakni ‘Asyura dan bulan ini, yakni bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)
Baca juga: Amalan Pelembut Qalbu
Dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura bisa didahului dengan puasa satu hari sebelumnya atau puasa Tasu’a atau setelahnya. “Puasalah kalian pada hari ‘Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”. (HR Ahmad)
Bukan hanya memperbanyak puasa di bulan Muharram, kita juga dianjurkan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak yatim yang membutuhkan.
Siapa yang mengusap kepala anak yatim, semata-mata karena Allah, maka dia mendapat kebaikan pada setiap helai rambut yang diusapnya. Dan siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki, maka dia berada di sisiku di surga seperti ini. Beliau kemudian merangkaikan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Ahmad)
Baca juga: Menyiapkan Pendidikan Bagi Anak Yatim
Berbuat baik kepada anak yatim ganjarannya luar biasa karena bukan hanya masuk surga, tapi bisa bersanding dekat dengan Nabi Muhammad Saw di surga.
Secara ibadah ritual, kita bisa memperbanyak ibadah di bulan Muharram dan secara sosial kita bisa meningkatkan dengan lebih banyak berbuat kebajikan di dalamnya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

