Puasa Membangun Moderasi Beragama
Ramadhan membentuk karakter moderat: seimbang, toleran, dan peduli sesama
Oleh karena itu, hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam semesta harus bagus.
“Kita ingin sebagai manusia yang hubungan pada Allah baik, hubungan sesame manusia juga baik. Inilah sebetulnya yang ingin kita bentuk di bulan Ramadhan. Bahkan dalam konteks kebangsaan kita juga dituntut untuk melakukan hubungan yang baik antara agama dan juga negara,” imbuhnya.
Dengan puasa, kita bisa mengendalikan diri dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, walaupun beda agama, bangsa dan negara. Terbentuk karakter yang saling menghargai dan menghormati, saling menolong sesamanya.
Moderasi beragama juga, tambahnya, menuntut kita untuk senantiasa bersikap adil, gotong royong, tasamuh (toleransi) dan tidak menyalahkan orang lain.
Baca juga: Ramadhan Bulan Penguatan Persaudaraan
Dengan puasa terbentuk karakter moderat yang berkontribusi sebanyak mungkin kemanfaatan bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Pengendalian diri sebagai inti misi Ramadhan, menurut anggota Lajnah Manajemen SDM JATMAN ini, dapat diimplementasikan pada manajemen pemikiran dan sikap yang sesuai dengan budaya tempatan, dan membentuk sikap menghargai tradisi dan perbedaan serta empati peduli pada sesama.
“Bila ruh Ramadhan dihayati dan diejawantahkan, niscaya karakter moderat akan menampakkan dalam tindakan,” pungkasnya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

