Psikologi Lamun
Orang Inggris menggunakan istilah day dreaming, mind wandering atau fantasy
Lamun dalam basa Sunda sama dengan berandai-andai, berangan-angan atau berkhayal. Orang Inggris menggunakan istilah day dreaming, mind wandering atau fantasy.
Pada tradisi Sunda, ada istilah yang menggambarkan postur saat seseorang ngalamun (melamun), “ngalamun ngahurun balung” (melamun, memeluk tulang). Istilah yang merujuk pada posisi seseorang yang memeluk dua betis.
Istilah lain dalam tradisi Sunda adalah “huleng jentul“. Kata “huleng” menggambarkan aktifitas seseorang yang awalnya berorientasi ke luar diri menjadi fokus ke dalam diri. Kata “jentul” menggambarkan aktifitas seseorang dalam postur tertentu, diam, dan tak bergerak. Baca juga…
Ngalamun (Sunda) atau melamun (Indonesia) adalah bagian dari kegiatan kesadaran (consciousness). Melamun bagian dari aktifitas kognisi. Melamun bagian dari proses berpikir.
Perbedaan antara melamun dengan kegiatan berpikir lainnya adalah dalam hal:
- Tidak diniatkan,
- Otomatis,
- Berlangsung cepat,
- Menyambungkan ragam informasi yang tersedia di gudang ingatan tanpa diatur,
- Melibatkan emosi.
Melamun itu menurut ahli neurosains merupakan ‘default network‘. Karena ‘default’ itulah, peluang seseorang tergelincir ke dalam melamun sangat besar. Sebagai kegiatan, seseorang dapat masuk ke dalam lamunan sejak ia terbangun dari tidur hingga ia mengantuk dan tertidur.
Melamun itu bisa menempel saat Anda melakukan rupa ragam kegiatan. Saat Anda sedang makan, minum, membaca, menulis, mengetik, berbincang, rapat, BAK (buang air kecil), BAB (buang air besar), belanja, berjalan, berlari, istirahat, duduk, berbaring, berdiri, bahkan saat melakukan tindakan mengarah ke spiritual seperti kala wudhu, shalat dan dzikir.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

