Psikologi Lamun
Orang Inggris menggunakan istilah day dreaming, mind wandering atau fantasy
Lamunan yang menempel pada kegiatan itu umumnya mengintervensi kegiatan. Intervensi dapat berupa menghentikan, melemahkan, melupakan atau mengubah arah kegiatan.
Saat seseorang melamun, ia mengalami proses disosiasi, ia seakan terpisah dengan dirinya khususnya dengan keadaan waktu sekarang dan tempat di sini. Saat seseorang melamun ia seakan hilang dari keadaan saat ini. Karena itu saat seseorang melamun, ia seakan terputus dengan keadaan saat itu. Baca juga…
Perlu upaya untuk mengalihkan keadaan orang yang melamun agar kembali ke “here and now“. Cara-cara yang dilakukan di masyarakat Sunda disebut dengan “ngagebah“, mengusir dengan cara membuat suara yang mengagetkan. Cara-cara ngagebah itu bisa berupa memanggil nama orang dengan suara keras, menyentuh tangan, badan, wajah, menciprati wajah dengan air, atau dalam bentuk ekstrim menampar atau menyiram dengan air.
Penelitian-penelitian psikologi mutakhir menunjukkan bahwa melamun itu ada kaitannya dengan kepuasan hidup. Mereka yang kurang puas terhadap hidup cenderung lamunannya abstrak, tidak jelas, menggiring ke pengalaman dengan emosi yang tidak nyaman.
Mereka yang puas terhadap hidup cenderung lamunannya konkrit, jelas, menggiring ke pengalaman dengan emosi yang nyaman. Selamat melamun, sahabatku. []
Oleh: Asep Haerul Gani (Psikolog)
#psikologi #lamun #asephaerulgani
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

