Pondok Modern Gontor, Besar Karena Wakaf
Gontor tumbuh mandiri lewat wakaf, jadi contoh pesantren modern berbasis dana umat
Kedua, pondok pesantren harus memiliki sistem kepemimpinan yang kuat dan bertahan lama. Dan ketiga, pondok pesantren di masa depan harus berbentuk wakaf.
Perjalanan Wakaf Gontor
Perjalanan wakaf Gontor diawali pada tahun 1958. Trimurti Gontor menyerahkan pondok ke badan wakaf, serta 1.000 muridnya.
Gontor membentuk ‘wakaf fund’ atau simpanan dana wakaf yang bersumber dari usaha wakaf, muhsinin, dan wakaf santri. SPP santri bukan untuk membayar guru, namun digunakan untuk wakaf fund.
Simpanan dana dikembangkan menjadi usaha seperti pom bensin, apotek, sawah, dan lain-lain. Guru dan dosen kader tidak pakai skema gaji, namun mendapat ihsan bulanan dan rumah dari hasil wakaf fund.
Baca juga: 6 Strategi Optimalisasi Wakaf Melalui Media Sosial
Kini Gontor memiliki 10 cabang yang terdiri dari 13 kampus di seluruh Indonesia dan santri/santriwati mencapai 14.273 orang. Gontor juga berhasil mendirikan universitas pada 2014, sebagai amanat para wakif (Trimurti).
Sebagai informasi, Badan Wakaf adalah lembaga tertinggi dalam organisasi Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Terdiri dari alumni, yang beranggotakan 15 orang, Badan Wakaf dipilih setiap lima tahun sekali. Badan Wakaf bertanggung jawab atas segala pelaksanaan dan perkembangan pendidikan dan pengajaran di PMDG. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

