Pondok Modern Gontor, Besar Karena Wakaf

Gontor tumbuh mandiri lewat wakaf, jadi contoh pesantren modern berbasis dana umat

Siapa yang tidak kenal dengan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) atau lebih akrab dengan sebutan Pondok Modern Gontor. Sebuah lembaga pendidikan murni yang tidak berafiliasi dengan parpol atau ormas manapun.

Gontor dikenal sebagai pesantren yang menerapkan disiplin, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta kaderisasi dan jaringan alumni yang kuat.

Didirikan tiga bersaudara, yaitu KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fannanie dan KH. Imam Zarkasyi. Ketiga bersaudara ini masih terikat silsilah keturunan dengan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, hingga Sunan Gunung Jati.

Menariknya perjalanan Gontor yang didirikan sejak 1926 justru dibesarkan dengan dana wakaf. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1958, para pendiri Gontor yang disebut Trimurti mewakafkan Gontor kepada umat Islam.

Baca juga: Wakaf Danai 300 Ribu Mahasiswa Universitas al Azhar

Trimurti melepaskan kepemilikan pribadi demi kemaslahatan umat yang lebih besar. Kiblat para pendiri Gontor dalam mengembangkan wakaf adalah Universitas Al-Azhar Kairo di Mesir.

Dikutip dari literasi zakat wakaf Kemenag, paling tidak ada tiga gagasan Trimurti dalam mendirikan Gontor. Pertama, pondok pesantren masa depan harus memiliki khazanah atau simpanan agar bisa mandiri secara finansial.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi