Pangersa Abah Anom Memberikan Tips Agar Doa Dikabulkan

Doa yang didambakan setiap muslim ialah doa yang dikabulkan oleh Allah Swt. Lalu bagaimana cara agar doa kita dikabulkan oleh Allah Swt?

Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin atau Pangersa Abah Anom memberikan tips agar doa kita dikabulkan. “Agar doa dikabulkan, maka dalam do’a harus ada pengagungan kepada Allah Swt, dan dalam diri harus merasa hina, merasa bersalah, merasa banyak dosa, juga merasa diri orang dhalim,” ucap Pangersa Abah Anom ra pada Kuliah Subuh tahun 1411 H seperti dikutip LDTQN Pontren Suryalaya.

Pertama, doa yang akan dikabulkan adalah doa yang disampaikan dari qalbu yang mengagungkan Allah, bukan dari qalbu yang lalai. Hal tersebut sebagaimana diinformasikan oleh baginda Nabi Saw;

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda: berdoalah kamu kepada Allah dalam keadaaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah oleh kamu bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari qalbu yang lalai dan bermain-main (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Agar Didoakan Semua Makhluk

Qalbu yang lalai adalah yang berpaling dari Allah Swt atau dari apa yang diminta dalam doanya. Sedangkan yang dimaksud qalbu yang bermain-main ialah yang bermain-main atau bersenda gurau dengan doanya atau justru sibuk dengan selain Allah.

Pangersa Abah Anom mengajarkan murid-muridnya agar memperhatikan adab dalam berdo’a yakni selalu mengagungkan Allah Swt saat berdo’a.

Berdoa dengan mengagungkan Allah, juga akan membuat kita tidak termasuk dalam kategori yang disebut nabi sebagai orang yang tergesa-gesa dalam berdoa, sebagaimana digambarkan dalam hadis berikut ini;

بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى، فَقَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي ؛ إِذَا صَلَّيْتَ، فَقَعَدْتَ، فَاحْمَدِ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ “. قَالَ : ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ اللَّهَ، وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَيُّهَا الْمُصَلِّي، ادْعُ تُجَبْ

Diriwayatkan dari Fadhalah bin ‘Ubaid, dia berkata: ketika Rasulullah Saw duduk, tiba-tiba seseorang masuk dan melakukan shalat dan berdoa; ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku. Kemudian beliau Saw bersabda: “Engkau telah tergesa-gesa wahai orang yang melakukan shalat. Apabila engkau telah shalat dan duduk maka pujilah Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdoalah kepada-Nya!”. Kemudian terdapat orang lain setelah itu yang melakukan shalat lalu memuji Allah, dan bershalawat kepada Nabi Saw, kemudian Nabi Saw berkata: “Wahai orang yang melakukan shalat, berdoalah maka akan dikabulkan doamu”. (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Amaliah TQN dan Keutamaan Mendoakan Orang Lain

Kedua, Pangersa Abah Anom mengajarkan bagaimana posisi qalbu orang yang berdoa kepada Allah Swt. Beliau mengatakan agar ketika berdoa, dalam diri merasa hina, merasa bersalah, merasa banyak dosa, juga merasa diri orang dhalim.

Hal tersebut selaras dengan yang diajarkan Rasulullah Saw ketika mengajari para sahabatnya doa Nabi Yunus as.

عَنْ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” دَعْوَةُ ذِي النُّونِ – إِذْ دَعَا، وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ – : لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ؛ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Diriwayatkan dari Sa’d, Nabi Saw bersabda: Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat aniaya). Sungguh tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah mengabulkan baginya (HR. Tirmidzi).

Doa yang diajarkan nabi tersebut menggambarkan posisi diri saat kita berdoa, yakni merasa berbuat dzalim, bukan sebaliknya merasa diri sempurna dan paling suci. Dan doa yang seperti itulah yang dikabulkan oleh Allah Swt.

Baca juga: Abah Anom Kita Harus Bekerja Keras Mendapatkan Harta

Perasaan merasa bersalah, banyak dosa, dan berbuat dzalim juga bisa tercermin dari doa yang diajarkan Nabi Saw kepada Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra.

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي قَالَ : ” قُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Dari Abu Bakar As Shiddiq ra dia berkata kepada Rasulullah Saw: Ajarkan kepadaku sebuah doa yang dengannya aku baca dalam shalatku. Nabi Saw bersabda: ucapkanlah Ya Allah, sungguh aku menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang sangat dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Oleh karenanya ampunilah diriku dengan pengampunan dari-Mu dan rahmatillah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih. (HR. Bukhari).

Dengan demikian, berdoa yang dimaksud Pangersa Abah Anom bukan sekadar menyampaikan permohonan. Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya tersebut justru mengajarakan agar kita senantiasa menunjukkan rasa penghormatan dan pengagungan yang tinggi kepada-Nya.

Berdoa juga berarti, menampakkan rasa butuh, kelemahan, ketergantungan yang tinggi serta tidak berdaya di hadapan-Nya. Dengan ungkapan lain, saat berdoa hilangkan semua kesombongan dan kebanggaan atas diri. Sadari betul bahwa semua berasal dari Allah, manusia tiada memiliki daya dan upaya.

Sehingga setiap kali berdoa, di saat yang sama kita juga tengah melakukan evaluasi dan koreksi diri, mengenal diri dengan lebih baik.

Walhasil, setelah berdoa kita akan menjadi diri yang lebih baik secara lahir batin. Dan itu hakikatnya, lebih baik dari pengabulan doa itu sendiri.

Rekomendasi