Ngaji Fiqih, Ini Rukun Wudhu dan Sunnahnya

Wudhu jadi pintu utama ibadah, wajib sebelum dzikir dan shalat, rukun ada enam

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرىء ما نوى

“Sesungguhnya setiap amal ibadah itu bergantung pada niatnya. Ia akan memperoleh sesuatu dari apa yang ia niatkan.”

Kapan niat itu dilakukan? Menurut Syekh Nawawi, niat itu dilakukan saat membasuh wajah, sebagaimana dikatakan dalam kitabnya

وتكون النية عند غسل أول جزء من الوجه سواء كان ذلك الأول من أعلى الوجه أووسطه أو أسفله وإنما وجب قرأ بذلك ليعتد بالمغسول لا ليعتدها فلو غسل جزء منه قبلها وجب إعادته بعدها

Niat dalam berwudhu dilakukan ketika membasuhkan air pada bagian wajah yang pertama kali, baik bagian wajah tersebut adalah bagian atasnya, atau bagian tengahnya, atau bagian bawahnya.

Adapun mengapa diwajibkan menyertakan niat dengan basuhan pertama kali yang mengenai bagian wajah tersebut adalah agar bagian yang dibasuh bisa dianggap sah, bukan agar niatnya sah. Oleh karena itu, apabila seseorang membasuh bagian wajah sebelum melakukan niat maka ia wajib membasuhnya lagi setelah berniat.

Baca juga: Tiga Tingkatan Wudhu Menurut Imam Ghazali

Yang kedua adalah membasuh wajah. Yaitu membasuh seluruh bagian yang masuk dalam wajah. Syaikh Nawawi menjelaskan bagian yang menjadi batas wajah harus terkena air wudhu sebagai berikut,

وهو ما بين منابت شعر رأسه وتحت منتهى لحيته وما بين أذنيه فمنه شعوره كالحاجبين والأهداب والشاربين والعذارين فيجب غسل ظاهر هذه الشعور وباطنها مع البشرة التي تحتها وإن كثفت لأنها من الوجه لا باطن الكثيف الخارج عنه

Dari sisi bagian atas ke bawah, batasan wajah adalah bagian antara tempat-tempat tumbuhnya rambut dan bawah ujung jenggot.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi