Nasihat Penting Rasulullah Agar Allah Tidak Berpaling

Imam Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad menyebut bahwa sumber nasihat itu sejatinya ialah Rasulullah Saw.

Dengan mengambil nasihat dari Rasulullah kita akan hidup dengan benar, baik dan indah. Nasihat dari beliau dinilai cukup untuk menjalankan kehidupan yang tak kosong dari ujian, tantangan dan hambatan.

Dan di antara sejumlah nasihat beliau kepada umatnya ialah sabdanya yang menyatakan, sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah tanda berpalingnya Allah dari orang tersebut.

علامة إعراض الله عن العبد اشتغاله بما لا يعنيه

Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba ialah tatkala dia disibukkan dengan sesuatu yang tidak berfaedah (HR. Daruquthni dalam al Mu’talif wal Mukhtalif dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’).

Hadis tersebut berisi kecaman bagi orang yang melalaikan waktu. Dari pesan beliau bisa dipetik pelajaran bahwa menyibukkan waktu itu mesti dipikirkan terlebih dahulu apa skala prioritasnya.

Baca juga: Abah Anom Kita Harus Bekerja Keras Mendapatkan Harta

Karena berpaling atau tidaknya Allah Swt dari seorang hamba ditentukan oleh kesibukan yang diambil atau digelutinya.

Dari sini bisa dikatakan, kita tidak boleh hanya sekadar sibuk, tapi lihat terlebih dahulu apa faedah dan manfaat dari kegiatan tersebut. Apakah sudah sesuai dengan tujuan penciptaan manusia?

Imam Ghazali lalu mengutip hadis bagaimana dampak buruk orang yang menghamburkan waktu dalam kegiatan yang tidak bermanfaat dan berfaedah.

إن امرأ ذهبت ساعة من عمره فى غير ما خلق له لجدير أن تطول عليه حسرته

Sungguh seorang yang kehilangan umurnya untuk sesuatu yang bukan menjadi tujuan penciptaannya, sangat layak memperoleh kerugian dan penyesalan yang panjang.

Tujuan penciptaan manusia jika merujuk kepada al Qur’an paling tidak ada dua hal. Pertama waktu yang digunakan manusia sejatinya ditujukan untuk ibadah. Ibadah adalah segala bentuk ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Swt.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Azariyat: 56)

Kedua, manusia diciptakan untuk melakukan tugas mengelola, memelihara dan memakmurkan bumi, mengantar sumber daya alam sesuai dengan tujuan penciptaannya berdasarkan petunjuk Allah Swt, bukan sebalilknya seperti merusak dan membinasakannya.

هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا

Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. (Hud: 61).

Manusia dituntut juga untuk menjalankan fungsi kepemimpinan (khalifah) atau wakil Tuhan di muka bumi. Artinya ada wewenang dan tanggung jawab (amanah) yang diemban oleh manusia di muka bumi berdasarkan potensi yang dianugerahkan Allah padanya.

Baca juga: TQN Pontren Suryalaya Tarekat Produktif

Orang yang menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak masuk dalam tujuan penciptaannya tersebut akan mengalami kerugian yang panjang dan penyesalan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Imam Ghazali mengutip hadis yang menegaskan bahwa kita mesti menghitung usia dan melakukan evaluasi terhadap tugas utama manusia di bumi.

من جاوز الأربعين ولم يغلب خيره على شره فليتجهز إلى النار

Siapa yang umurnya melebihi 40 tahun sementara kebaikannya tidak melebihi keburukannya, maka bersiap-siaplah ke neraka.

Nasihat ini dinilai Imam Ghazali sudah mencukupi bagi mereka yang berilmu agar Allah tidak berpaling darinya.

Baca juga: Jangan Persempit Makna Ibadah

Singkatnya, jangan sia-siakan waktu, karena ia tak dapat terganti. Kendati demikian, ajal tentu tidak ada yang tahu, karenanya optimalisasi penggunaan waktu atau jatah umur untuk hal yang bermanfaat jadi prioritas utama. Sebagaimana digambarkan oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam kitab Al Hikam;

رب عمر اتسعت آماده وقلت أمداده ورب عمر قليلة آماده كثيرة أمداده

Banyak yang umurnya panjang namun miskin manfaat, banyak pula yang umurnya pendek tapi kaya manfaat.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi