Ini adalah langkah awal bagi kita dan keluarga untuk mulai mencintai kebenaran dan perilaku bermoral pada ranah sosial. Memang bukan perkara gampang dan instan. Untuk itu proses ini memerlukan upaya sungguh-sungguh bagi siapa saja yang baru memulai. Sementara bagi anak-anak, hal ini perlu dimulai sedini mungkin.
Ketika jiwa rasional telah cukup kokoh untuk mengimbangi apalagi mampu mengendalikan syahwat dan amarah, ini menjadi saat yang tepat untuk menapaki langkah berikutnya menuju kualitas insan terbaik, yaitu pendidikan ruhani. Sebab dalam jiwa manusia itu tersimpan sebuah potensi halus bernama qalb (qalbu), meskipun ini nampaknya luput dari perhatian Ibn Miskawaih, tetapi merupakan objek utama pembicaraan para ‘urafa dan pemikir Sufi seperti Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin dan Al-Hakim at-Tirmidzi dalam Bayân al-farq bayn al-ṣadr wa-al-qalb wa-al-fu’ad wa-al-lubb.
Qalbu merupakan referensi lain dalam diri manusia untuk mencari kebenaran. Jika jiwa rasional memperoleh kebenaran-kebenaran dari olah forma-forma abstrak yang dimilikinya, maka qalbu memperoleh kebenarannya langsung dari sumber kebenaran hakiki yaitu Allah SWT. Ia merupakan media (wasilah) bagi Allah untuk memberikan kebenaran-kebenaran ilahiah kepada setiap insan yang telah siap menerimanya.
Secara sederhana dapat digambarkan, tahap pendidikan ini adalah dengan membersihkan qalbu dari kotoran-kotoran nurani yang menghalangi tembusnya cahaya ilahiah itu. Yakni dengan metode-metode pendisiplinan diri menekan lebih keras jiwa syahwat dan amarah, sehingga cengkraman keduanya atas jiwa rasional dan qalbu akan terlepas. Proses pendisiplinan tersebut di antaranya melalui metode dzikir, puasa, khalwat, dan lain-lain, di bawah bimbingan seorang guru (mursyid) yang ahli dan terpercaya (kamil mukammil). Dengan begitu keadaan menjadi berbalik, qalbu dan jiwa rasional akan dapat mengekang jiwa syahwat dan amarah dan mengarahkan keduanya pada ketaatan kepada Allah dan penghormatan yang tulus kepada sesama manusia dan mahluk Allah lainnya.
Demikianlah asas dan langkah-langkah praktis menuju derajat insan terbaik. Rujukan terbaik untuk perjalanan eksistensial menuju kesempurnaan insani ini adalah kisah hidup para auliya dan guru spiritual (mursyid). Mereka ada legiun terbaik manusia pada zamannya, mulia di haribaan Allah dan terhormat di sanubari manusia. Mereka telah sempurna mencapai fitrah penciptaannya, sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Jalan telah mereka bentangkan, tinggal maukah kita menapakinya? []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

