Mengintip Peluang Bisnis E-Commerce dari Desa
Pandemi buka peluang e-commerce, dorong produk desa naik kelas lewat digital
Restoran sebagai penyedia makanan konsumsi juga tetap dibutuhkan, tapi mereka harus menyesuaikan diri, misalnya dengan membuat produknya menjadi ready to cook atau frozen food.
“Mungkin saat ini orang tidak berpikir untuk beli rumah atau pakaian mahal, tapi kebutuhan pokok pasti mereka harus beli. Jadi, intinya peluang itu tetap ada, dan itu yang perlu digali,” kata Kevin.
Belajar pemberdayaan desa dari negeri Cina
Kevin mengingatkan, salah satu peluang bagus saat ini adalah mengangkat produk-produk dari desa ke jaringan pasar yang lebih luas.
Kita tahu, banyak sekali kebutuhan pokok seperti beras, jagung, sayuran, lauk-pauk, buah-buahan berasal dari desa. Namun, masih banyak dari produk-produk tersebut yang belum terpasarkan dengan baik ke jaringan konsumen yang lebih luas.
Kebetulan, Kevin sendiri pernah mengunjungi perusahaan e-commerce kelas dunia, Alibaba, di kantor pusatnya di Hangzhou. Di sana, dia dan beberapa orang dari Indonesia belajar secara intensif selama 2 minggu.
Salah satu pelajaran menarik yang ia temui di sana, dan sangat bisa diterapkan di Indonesia adalah bisnis yang melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan dengan pemanfaatan e-commerce.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

