Mengintip Peluang Bisnis E-Commerce dari Desa
Pandemi buka peluang e-commerce, dorong produk desa naik kelas lewat digital
Kevin dikenalkan dengan Taobao Village misalnya, sebuah desa hasil kolaborasi dengan e-platform e-commerce Taobao. Syarat sebuah desa disebut Taobao Village, minimal tiga: penjualannya minimal 10 juta RMB atau sekitar 20 Miliar, ada 100 toko online di desa tersebut, dan harus dilakukan oleh orang lokal.
Hasilnya sangat signifikan. Jika pada 2013 hanya ada satu Taobao Village, data terakhir pada tahun 2019 (Agustus) sudah mencapai lebih dari 4.300 desa, 6.600 toko online aktif, dengan total penjualan sekitar 1.300 triliun per tahun. Rata-rata pendapatan penduduk desa juga meningkat 3 kali lipat
Dia mencontohkan, ada seorang pengepul dan pengemas kacang (semacam kacang tanah) di sana, yang tinggalnya di desa, penampilannya juga orang desa, tapi secara penghasilan tak kalah dengan orang-orang kota yang ditandai dengan kepemilikan barang-barang mewah seperti mobil dan sebagainya.
“Kuncinya adalah koneksi dengan pasar. Walaupun tinggal di desa, kacangnya bisa dia jual sampai ke Afrika,” cerita Kevin, seraya memotivasi peserta pelatihan.
Apakah bisnis serupa bisa dilakukan di Indonesia? Kevin sendiri mendirikan Riseller.com, salah satunya untuk tujuan itu. Dia meyakini potensi besar Indonesia dengan 17 ribu pulau, di mana tiap pulau memiliki produk lokal yang khas dari pelosok-pelosok desa.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

