Pangersa Aang: Buah Dzikir Itu Mahal

Dzikir menjadi hal yang fundamental dalam menjalani kehidupan. Itu sebabnya Allah Swt dalam al Qur’an memerintahkan kita untuk senantiasa banyak mengingat Allah (dzikrullah).

Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin dalam Miftahus Shudur menyebut bahwa dzikir merupakan hal yang paling utama.

إن الذكر من أعظم الأمور الفضائل وأفضل القربات وأوصل الوسائل

Sungguh dzikir itu termasuk hal yang paling utama dari yang terutama, pendekatan diri (kepada Allah) yang paling utama, dan perantara yang paling cepat sampai (kepada Allah).

Salah satu buah dari dzikrullah ialah seperti yang diungkap KH. Aang Muhaeminul Aziz ra Wakil Talqin Abah Anom, bahwa orang yang berdzikir akan sadar diri.

Ajengan Aang memberi ilustrasi bahwa makanan itu tidak akan terasa kalau tidak dikunyah. Lidah akan merasakan manisnya makanan, dan makanan yang sudah sampai perut atau dicerna akan menimbulkan rasa segar ke tubuh karena ada energi. Baca juga…

“Makanya kalau manusia tidak berdzikir, tidak bakalan terasa. Tidak akan sadar diri kalau tidak terasa. Sadar diri inilah yang jadi mahalnya itu,” ujar Ajengan Aang yang semasa remaja menemani Abah Anom di pesantren.

Kiai Aang mencontohkan, seperti kita berbohong atau membicarakan orang. Padahal membicarakan orang lain itu tidak boleh. Membicarakan orang lain kejelekan atau hal yang baik-baik juga sama disebut ghibah. Ketika membicarakan orang lain sampai ditambah-tambah begini dan begini.

Menurutnya, orang yang demikian itu dalam kondisi lupa. Kemudian dia ingat, menyesal dan bertobat. Orang itu terasa sudah berbuat dosa, lalu sadar menyesal dan memohon ampun. Hal inilah yang menurut ayah dari wakil talqin KH. Aah Zainal Arifin dan KH. Asep Syamsurizal Hudaya sangat mahal, sadar diri inilah yang mahal.

#ajenganaang #dzikir #cianjur

Rekomendasi
Komentar
Loading...