Menatap Musyawarah Besar LDTQN 2023
Yuk kita urus ikhwan TQN, urus kepentingannya, urus masa depannya, urus nasibnya
Mengapa? Karena kita sendiri memiliki tugas-tugas yang belum sepenuhnya kita jalani. Jajaluddin Rumi berpesan, “setiap orang diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas, yang kalau ia tak melaksanakannya, tak akan ada orang lain yang dapat menunaikannya; karena setiap orang memang memiliki tugas masing-masing.”
Tidaklah salah kalau ada yang menyerukan, “kerja, kerja, kerja…” Asal kerja yang cerdas, tuntas dan ikhlas. Mari kita kerjakan tugas kita masing-masing di TQN secara maksimal, seperti yang selalu diingatkan oleh H. Rena Mulyana (Ketua LDTQN Jakarta Selatan), “semua akan mempertanggung jawabkan perbuatannya,” (juga apa yang tidak diperbuatnya…).
Terlebih lagi yang menjadi pengurus LD-TQN. Sesuai dengan namanya, yaitu “pengurus”, bukan “penggemuk”, maka jangan hanya sibuk menggemukkan badan dan kantong masing-masing. Yuk kita urus ikhwan TQN, urus kepentingannya, urus masa depannya, urus nasibnya.
Pengurusan (dalam bahasa kekinian disebut manajemen) secara klasik diajarkan meliputi perencanaan, penataan, pengerahan, dan pengendalian (planning, organizing, actuating, controlling– POAC). Bermula dari perencanaan (planning), dan perencanaan berdasarkan deskripsi (tashawwur) masalah secara jernih dan realistis.
Baca juga: Kiai Wahfiudin: Amar Ma’ruf Nahyi Munkar Sesuai Amaliah TQN
Masalah besar yang kita hadapi saat ini adalah populasi, kependudukan, yang tumbuh membesar dengan sangat cepat. Kalau penduduk dunia menjadi empat kali lipat (menjadi 8 Miliar orang) dalam waktu seratus tahun terakhir, maka penduduk NKRI juga tidak berbeda. Ketika proklamasi kemerdekaan, penduduk Indonesia diperkirakan sekitar 66 Juta orang, tetapi sebentar lagi, tahun 2030, akan mencapai 300 Juta orang.
Saat itu, tahun 2030 yang sebentar lagi, berapa jumlah ikhwan TQN Suryalaya?
Berapa jumlah anak-anak ikhwan TQN yang memerlukan sekolah, memasuki dunia kerja, memulai kehidupan rumah tangga, memerlukan sarana tempat tinggal, sumber penghasilan, kesehatan, juga bagaimana keadaan iman, ibadah, dan akhlak mereka?
Saat itu juga teknologi AI sudah akan meluas, mengambil alih banyak pekerjaan yang biasa dilakukan manusia, menyebabkan banyak pengangguran.
Saat itu, pendidikan – keterampilan – persaingan kerja dan usaha menjadi sangat tajam. Bagaimana kita mempersiapkan anak-anak ikhwan TQN? Cukupkah itu dilakukan hanya dengan dzikir khataman taamm dan manaqiban setiap malam?
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

