Menatap Musyawarah Besar LDTQN 2023
Yuk kita urus ikhwan TQN, urus kepentingannya, urus masa depannya, urus nasibnya
Bagaimana dengan krisis pangan yang sekarang sudah mulai melanda berbagai bagian dunia, kebutuhan air bersih, sampah dan polusi yang berlimpah, kerusakan lingkungan?
Kita tidak dapat mengabaikan semua tantangan-tantangan itu hanya dengan sibuk berbincang tentang mitos, kultus, dan dongeng-dongeng legendaris dunia ghaib, apalagi sibuk berdebat dan memperdebatkan mursyid-mursyid palsu.
Tetapi, bukankah keberadaan mursyid-mursyid palsu juga membahayakan para ikhwan TQN Suryalaya?
Menjadi berbahaya kalau para ikhwan TQN itu lemah. Dan menjadi lemah karena kita melemahkan mereka dengan pengajaran-pengajaran tarekat yang hanya sibuk di amaliah prosedural, membangun mitos, kultus, dan dongeng-dongeng keajaiban.
Kita lengah untuk membahas Tanbih dari POV (Point Of View, sudut pandang) yang menekankan semangat belajar, rasionalitas ilmiah, kerja keras, kepedulian sosial, kolaborasi, produktivitas amal shalih, integritas moral, pilihan-pilihan yang bertanggung jawab, dan kemerdekaan jiwa.
Baca juga: Tripod 3-I, Integrasi Syariah, Aqidah dan Shufiyah
Kita banyak berbincang tentang adab dan ibadah, tetapi kenyataannya mental maling, korupsi, malas, culas, penjilat penguasa dan orang kaya, serta masa bodoh (ghaflah, apatis) masih berkembang di lingkungan kita.
Mari kita bikin perencanaan kerja-kerja LD-TQN yang lebih realistis dan memberi solusi. Sebentar lagi Muktamar Besar Nasional LD-TQN akan kita lakukan. Apakah program-program yang dulu direncanakan sudah dilakukan? Bagaimana pertanggung jawabannya nanti? Berani jujur? []
Oleh: KH. Wahfiudin Sakam Bahrum, Manhattan, New York, 17 Agustus 2023
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

