Lima Cara Beramal Berdasarkan Skala Prioritas
Dunia adalah ladang akhirat atau tempat menanam sebaik-baiknya amal (perbuatan)
Hal tersebut juga ditegaskan dalam hadis berikut ini,
Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim (HR. Abu Dawud)
Dari Abu Umayyah asy-Sya’bani, ia berkata, “Aku bertanya kepada Abu Tsa’labah al-Khasyani, ‘Hai, Abu Tsa’labah. Bagaimanakah engkau memahami ayat ini. Wahai orang orang yang beriman, jagalah dirimu: tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila. kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya. (al-Maidah [5]: 105)” Abu Tsa’labah menjawab, ‘Demi Allah. Engkau telah menanyakan hal Ini kepada orang yang pernah diberitahu mengenai perkara ini. Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. kemudian baginda Rasulullah menjawab, ‘Lakukan amar ma’ruf dan cegahlah kemungkaran sehingga apabila engkau melihat kekikiran yang dipatuhi, hawa nafsu yang dituruti, dan dunia yang diutamakan, dan setiap orang membanggakan pemikirannya maka hendaklah engkau menjaga dirimu sendiri, dan tinggalkan orang awam karena sesungguhnya di belakangmu masih ada hari-hari yang panjang. Kesabaran untuk menghadapi hal itu seperti orang-orang yang menggenggam bara api. Orang yang melakukan amal kebaikan pada masa seperti ini akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan perbuatan seperti itu.” Abdullah ibn Mubarok berkata: dan menambahkan padaku selain Utbah, “Dikatakan kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, pahala lima puluh orang dari kami atau mereka? Rasulullah menjawab, pahala lima puluh orang dari kalian.” (HR. Tirmidzi)
Baca juga: Amalkan Hakikat dan Syariat Hadapi Pandemi
5. Memprioritaskan amalan qalbu atas amalan anggota badan.
Amalan fisik tidak terlepas dari amalan qalbu, sehingga nilai suatu amal juga ditentukan dari amalan qalbu. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw,
Sesungguhnya amal perbuatan itu harus disertai niat, dan sungguh setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya (HR. Bukhari dan Muslim)
Niat adalah pondasi amal, apabila pondasi lemah atau rusak maka bangunan amal di atasnya akan runtuh. Bahkan Rasulullah menyebut bahwa niat seorang mukmin itu lebih baik dari amalannya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

