Lima Cara Beramal Berdasarkan Skala Prioritas

Dunia adalah ladang akhirat atau tempat menanam sebaik-baiknya amal (perbuatan)

Syekh Yusuf Qaradhawi memberikan lima metode agar kita mampu memilih amal berdasarkan skala prioritas.

1. Memprioritaskan amal yang bersifat kontinu dibandingkan amal yang terputus.

Meskipun sedikit, amalan yang dilakukan secara langgeng akan bertumbuh. Amalan yang langgeng ini bahkan bisa mengalahkan amalan yang bersifat banyak tetapi hanya dilakukan dalam satu waktu atau sesekali saja, terlebih lagi bila banyak dan langgeng. Amalan yang langgeng ini merupakan amalan yang disukai Allah Swt.

أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : ” أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan apa yang paling dicintai Allah? Nabi Saw menjawab: amalan yang langeng walaupun sedikit. (HR. Bukhari)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، عَلَيْكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا

Wahai manusia, hendaklah kamu melakukan amalan yang mampu kamu lakukan, karena sesungguhnya Allah tidak bosan sehingga kamu menjadi bosan sendiri. (HR. Muslim)

Baca juga: Guru Sufi Hanya Mengikuti Rasulullah Saw dalam Ucapan, Perbuatan dan Akhlak

2. Memprioritaskan amal yang luas manfaatnya dibandingkan amal yang kurang bermanfaat.

Hal ini berarti seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan orang lain, maka sebesar itu pula keutamaan dan pahalanya di sisi Allah Swt. Dalam beramal kita mesti membiasakan untuk menimbang-nimbang dampak manfaat yang akan diperoleh. Ini sejalan dengan hadis yang menyatakan,

خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia (HR. Thabrani)

3. Memprioritaskan amal perbuatan yang lebih langgeng manfaatnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi