Kuatkan Literasi ISF, LDTQN dan Laznas DPF serta Dompet Dhuafa Lakukan Roadshow
Laznas DPF dan Dompet Dhuafa melakukan Roadshow keliling kampus di Yogyakarta
Potensi zakat mencapai 327 T, namun pemahaman masyarakat tentang zakat masih terbatas, sehingga belum bisa dioptimalkan. Angkanya baru di 14 T, masih jauh.
Baca juga: LDTQN Yogyakarta Gelar Pelatihan Muballigh Tasawuf II dan Zakat-Wakaf
Selain itu wakaf juga masih belum secara utuh dipahami masyarakat. Saat ini wakaf hanya berpusat pada 3 M, Madrasah, Masjid, dan Makam.
“Padahal ada pilihan wakaf produktif yang pemanfaatannya bisa mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan yang lebih jauh,” paparnya.
Seminar ini, kata Dewan Pakar LDTQN Suryalaya itu, adalah upaya untuk menggerakkan kesadaran banyak pihak terkait potensi Islamic Social Finance itu sendiri.
“Bahwa Islamic Social Finance adalah skema pembeda dari dua skema utama yaitu moneter dan fiskal. Skema ISF bersumber di bawah dan kembali ke bawah, tidak mengambil bagian yang sangat besar untuk belanja pengelola dan kepentingan yang bersifat pribadi. Semua jelas, secara syariah dan akadnya,” jelasnya.
Baca juga: Mengapa Ikhwan TQN Harus Menaruh Perhatian Terhadap Zakat dan Wakaf
Ustadz Fauzi Qosim menjelaskan, di beberapa negara muslim, wakaf dipergunakan secara produktif sebagai penopang di sektor layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
“Misalnya di Mesir kita tahu ada Universitas Al-Azhar Kairo. Di Saudi Arabia sendiri saat ini Wakaf Khalifah Utsman Bin Affan yang lebih dari 1400 tahun establish hingga saat ini,” tuturnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______


