Kisah Abah Sepuh Berguru ke Syekh Tolhah
Kiai Mubarok belajar tarekat ke Syekh Tolhah Cirebon, dirikan Pesantren Suryalaya 1905
Guru mursyid yang dicari tidak mudah. Wilayah Cirebon cukup luas dan alamatnya belum diketahui. Akhirnya setelah berhari-hari mencari ke seluruh pesantren di Cirebon bertemulah dengan Syekh Tolhah yang tinggal tersembunyi di semak-semak payau, di tepi laut dekat muara Sungai Kali Sapu, yaitu di Begong.
Untuk beberapa waktu lamanya Kiai Mubarok bersama sahabatnya mondok di Pesantren Begong. Mereka tetap mengikuti Syekh Tolhah meskipun pondok pindah tempat ke dekat Balai Desa Kali Sapu, dan selanjutnya ke Trusmi.
Kiai Mubarok dan Kiai Madraji pergi-pulang ke Cirebon setiap dua sampai tiga bulan sekali dari Tasikmalaya selama hampir 23 tahun. Perjalanan sejauh 100 km ditempuh sebagian dengan jalan kaki, sebagian menggunakan kendaraan seadanya baik bermotor maupun yang ditarik kuda. Aktivitas itu terjadi sekitar tahun 1883 hingga 1905.

Perjalanan yang tidak mudah karena kondisi jalan saat belumlah bagus seperti sekarang ini. Kampung-kampung masih sangat sedikit, kiri-kanan adalah hutan-hutan yang masih lebat, masih cukup banyak binatang buas yang berkeliaran di jalan-jalan.
Sekitar tahun 1900, Kiai Mubarok menerima pelimpahan kemursyidan dari Syekh Tolhah.
Baca juga: Orang Yang di Benci Allah Menurut Syekh Abdul Qadir Jaelani
Untuk mengembangkan ajaran TQN, pada tahun 1905 Kiai Mubarok mendirikan Pesantren Godebag yang kemudian namanya (atas saran Syekh Tolhah) diubah menjadi Pesantren Suryalaya.
Kiai Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad dikenal juga sebagai Abah Sepuh. []
(Diambil dari buku Menelusuri Perjalanan Sejarah Pondok Pesantren Suryalaya, yang disusun oleh R.H. Unang Sunardjo SH).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

