Kiai Wahfiudin, Kita Penuhi Langit Negeri Ini Dengan Dzikrullah
Lakukan introspeksi. Apa tujuan dzikir kita? bagaimana kesungguhan amaliah kita?
Bukti kita dzikir kepada Allah dan Allah dzikir kepada kita bahwa ada perhatian dari Allah. Perhatian itu berupa karamah dan barakah. Teruslah introspeksi diri.
Dalam tanbih, “Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri.”
Pakaian adalah sesuatu yang diselubungkan. Jika sudah diselubungkan tidak bisa lari. Allah selubungkan lapar dan takut. Semua itu terjadi atas apa yang mereka perbuat. Keingkaran yang menyebabkan kita takut dan khawatir.
Ujian adalah sesuatu yang pasti.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Ada sebuah kaligrafi di Masjid Nurul Asror, Pontren Suryalaya,
Bersabda Rasulullah S.A.W: “Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari kekhusyuk-an orang orang munafik. Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud kekhusyuk-an orang orang munafik itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: “Khusyuk tubuh (badan) kemunafikan hati (nifaqul qalbi). Kemudian Rasulullah melanjutkan: “Barangsiapa banyak berdzikir kepada Allah maka dia telah terbebas/terlepas dari kemunafikan (sifat sifat munafik). (Hadits Riwayat Tabrani)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

