Kepala KUA Kembayan, Ikhwan TQN yang Gemar Belajar
Perjuangan, pendidikan, dan dakwah digital mengiringi langkah pengabdiannya
Hidup adalah perjuangan. Pria yang lahir di salah satu kabupaten di DI Yogyakarta pada 4 Mei 1986 ini punya pengalaman hidup yang menarik.
“Saya lahir di Desa Patuk, Gunung Kidul. Bapak dan ibu sehari-hari berprofesi sebagai petani yang menggarap lahan milik desa,” ujar H. Eko Setyo Nugroho SHI.
Eko bercerita pada tahun 1997 keluarganya transmigrasi ke Kalimantan Barat untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Kedua orang tuanya memiliki semangat yang kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya dengan segala keterbatasan yang ada.
Di Kalbar Eko melanjutkan sekolah menengah pertama di SLTP N 3 Sekadau Hilir, Sekadau. Lingkungan baru, teman baru menjadi pengalaman berharga baginya untuk belajar beradaptasi.
Allah SWT memiliki rencana yang indah untuk hambanya. Pada tahun 2001 kedua orang tuanya dipertemukan Allah dengan salah seorang wakil talqin TQN Pontren Suryalaya, K.H. Nur Muhammad Suharto. “Alhamdulillah, saya yang masih berusia lima belas tahun sering mengikuti kegiatan amaliyah TQN baik zikir harian, khataman dan manaqiban.”
Pada Tahun 2002 atas arahan K.H. Nur Muhammad Suharto, Eko dikirim ke Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an (Darul Falah 3) Cukir Diwek Jombang Jatim untuk belajar ilmu agama.
Tiga tahun di pondok asuhan KH Magfur Ali Alhafidz Eko belajar banyak hal di samping ilmu agama. Aktivitas hariannya dimulai dengan shalat tahajud lalu sekolah formal sampai siang.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______


