Kiai Athorid Siraj Beberkan Empat Karamah Murid TQN Saat Manaqib di Suryalaya
Dzikir TQN bukan sekadar lafaz, tapi jalan menuju syuhud, kasyf dan ridha Ilahi
Tuan Syekh memandang, bahwa orang yang berdzikir kepada Allah tengah mencari martabat syuhud dan kasyf.
“Kalau begitu, kita sebagai ikhwan TQN tetap berperang teguh dengan ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi, jangan hanya diucapkan ya, jangan hanya diucapkan tapi bisa dipraktikkan,” demikian paparnya.
Dzikir, menurut Kiai Athorid, mesti ilahi anta maqshudi (Ya Allah, hanya Engkau lah yang hamba maksud), jangan ujung-ujungnya mencari martabat, kekayaan, penghormatan atau pun jabatan.
“Jadi ridhanya Allah yang kita cari. Mangkanya, kita jangan sampai terjebak dengan tujuan – tujuan lain yang rendah dan bersifat sementara,” imbuh wakil talqin Abah Anom tersebut.
Kiai Athorid menilai jika di dalam qalbu ada tujuan-tujuan lain yang terselip sebagaimana tersebut di atas. Bagaimana kita sampai pada martabat syuhud dan kasyfi?
Baca juga: Hati-hati Karamah Palsu
Kiai asal Madura ini juga menyampaikan, bahwa dzikir itu ada yang memerlukan guru dalam pengamalannya ada yang tidak.
“Lafadznya sama, sama-sama Laa ilaha illa Allah. Tetapi kalau digurukan beda hasilnya. Kalau tidak digurukan hanya menjadi amal hasanah atau amal kebaikan. Tetapi jika digurukan (mendapat talqin dzikir) akan mencapai martabat syuhud wal kasyfi dan terus meningkat,” jelas wakil talqin yang diangkat pada tahun 2008.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

