Khalwat Zahir Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jilani
Tujuannya agar ia tidak menyakiti orang lain dengan akhlaknya yang tercela
Artinya khalwat yang dilakukan bukan berdasar anggapan bahwa orang lain itu buruk dan jahat sehingga harus dijauhi dan ditinggalkan. Tapi justru muncul dari kesadaran bahwa ada potensi buruk dalam diri yang harus dikendalikan. Dari sini khalwat melahirkan refleksi diri dan muhasabah untuk senantiasa berupaya memperbaiki diri agar lebih baik.
Karena jika khalwat dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa orang lain itu buruk, maka yang muncul bisa jadi adalah buruk sangka, keengganan berinteraksi sosial, keangkuhan dan perasaan merasa suci sendiri.
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An Najm: 32).
Khalwat yang diajarkan Sulthanul Auliya, bukan bertujuan menjauhi publik atau kehidupan duniawi. Akan tetapi khalwat ini penekanannya agar menjadi muslim yang baik.
Muslim yang baik itu esensinya mencegah diri dari maksiat, menjaga pancaindranya dari melakukan keburukan dan kejahatan, serta aktif melakukan amal salih memberikan kontribusi kepada sesama.
Sehingga dalam prakteknya, khalwat sejatinya dilakukan setiap saat, ketika kita beraktivitas dalam perannya masing-masing di mana pun berada. Misalnya saat bekerja, berkarya, bermasyarakat, belajar, mendidik dan mengasuh anak.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

