Khalwat Zahir Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jilani

Tujuannya agar ia tidak menyakiti orang lain dengan akhlaknya yang tercela

Khalwat dalam bahasa Indonesia berarti pengasingan diri (untuk menenangkan pikiran dan sebagainya). Berkhalwat mengasingkan diri di tempat yang sunyi untuk bertafakur, beribadah dan sebagainya. Dan juga bisa diartikan negatif, yakni berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram di tempat sunyi atau tersembunyi.

Namun bukan itu khalwat yang dimaksud oleh Syekh Abdul Qadir Al Jilani. Karena dalam karya beliau yakni kitab Sirrul Asrar wa Madzharul Anwar Fi Ma Yahtaju Ilaihi Al Abrar, khalwat ada dua bentuk, yakni secara zahir dan batin.

Khalwat secara zahir itu memisahkan atau mengasingkan diri dan membatasi diri secara fisik dari orang-orang. Tujuannya agar ia tidak menyakiti orang lain dengan akhlaknya yang tercela. Serta meninggalkan hal-hal yang menjadi kebiasaan buruknya.

Lalu, khalwat secara lahiriyah juga berarti memelihara pancaindra demi membuka kepekaan batin dengan niat yang ikhlas. Lalu menjalani kematian sesuai kehendak Allah Swt dan memasuki alam kubur dengan niat menggapai ridha Allah.

Khalwat jenis ini substansinya ialah demi melindungi kaum muslimin dari keburukan atau kejahatan dirinya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim itu ialah pribadi yang menjaga kaum muslimin dari (keburukan) lisan dan tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi