Khalwat Zahir Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jilani

Tujuannya agar ia tidak menyakiti orang lain dengan akhlaknya yang tercela

Sehingga mereka yang berkhalwat itu senantiasa menjaga lisannya dari ucapan atau kata-kata yang tidak berfaedah, sebab rasul Saw bersabda:

سلامة الإنسان من قبل اللسان

Keselamatan manusia bergantung pada lisannya.

Ia juga menjaga kedua matanya dari khianat dan melihat hal yang diharamkan. Menjaga kedua telinga, kedua tangan dan kakinya.

Jadi khalwat jenis ini untuk membentengi diri dari maksiat sehingga segala aktivitasnya jadi amal shalih dan menjadi pribadi yang baik (muhsin).

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

“Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan (amal salih) dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al Kahfi: 110).

Yang menarik, Syekh Abdul Qadir tidak menerangkan bahwa khalwat itu mengasingkan diri dari potensi keburukan orang lain di sekitarnya. Tetapi justru khalwat itu dilakukan agar orang lain tidak tersakiti atau tercederai dari potensi keburukan dan kejahatan dirinya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi