Ketika Nabi Mengkritik Sahabat Yang Ibadahnya Ekstrem
Sebagaimana dialog antara Abdullah bin Amr bin Ash dan Nabi Muhammad Saw
Jangan sampai melaksanakan ibadah dengan balutan syahwat atau pengaruh bisikan setan yang akibatnya misalnya bisa menelantarkan kewajiban. Di sinilah pentingnya kearifan dan mengetahui fiqih Islam secara prioritas.
Beliau juga dalam hadis tersebut menekankan akan pentingnya melihat batas dan kemampuan diri. Mengajak kita semua untuk mengenali diri. Ibadah boleh tapi jangan sampai mengabaikan hak tubuh.
Dengan kalimat lain, nabi mengajari kita bahwa untuk mencapai tujuan yang baik, harus dilakukan dengan cara yang baik. Cara yang baik itu ialah dengan mengukur diri sesuai kapasitas dan menerapkan skala prioritas.
Sekali lagi, Islam tidak menghendaki adanya ketidakseimbangan dan eksterim di dalam beragama hingga melampaui batas.
Wahai manusia, jauhilah dirimu dari berlebih-lebihan dalam agama. Karena berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang sebelum kamu (HR. Ibnu Majah).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

