Jalan Sufi Melawan Sekulerisme: Free Will dan Krisis Kebenaran
Sekulerisme lahir dari filsafat Barat, menjauhkan agama dari ruang kehidupan publik
Ini yang diwanti Imam Al-Ghazali, Shaykh Abdul Qadir Al-Jailani. Sebelumnya Imam Asy’ari juga telah membasmi kekeliruan manhaj Mu’tazilah dari sisi aqidah. Karena mereka telah membaca, ujung dari filsafat itu akan membawa manusia pada sekulerisme. Puncak dari sekulerisme, tentulah ateisme, dan itu yang terjadi kini.
Dialektika antara Mu’tazilah dan Ahlus Sunnah itu mencengangkan Eropa. Barat seolah merasa kegelapan itu karena tafsir usang dari penganut agama. Alhasil, perlu tafsir baru soal kebenaran. Dari situlah filsafat menjadi diminati. Ajaran Mu’tazilah pun digemari. Mereka mempelajarinya. Jadilah Thomas Aquinas mulai merangsek dengan Summa Theologia. Ia memperkenalkan Tweez Warden Theorie—teori kebenaran ganda.
Ini khas ajaran Mu’tazilah sebelumnya. Dulu, Al-Farabi juga memperkenalkan ini. Ia menyebutkan tentang teori emanasi—penyingkapan. Tapi Al-Farabi berbeda memaknai emanasi dalam versi filosof dan sufi. Emanasi ala Al-Farabi, seolah manusia mampu menyingkap kebenaran dengan akalnya.
Baca juga: Sufi dan Mekanisme Keseimbangan
Islam menyebut, emanasi bukanlah demikian. Penyingkapan itu bermakna pembukaan qalbu, bukan pembukaan akal (‘aqli). Pembukaan qalbu berjalan dengan ketaqwaan dan rutinitas ilahiyah yang tinggi. Sufi menyebutnya dengan dzikrullah yang bersanad, dengan pengajaran.
Al-Farabi mengutip Aristoteles. Seolah dengan akal, manusia bisa menyingkap kebenaran. Ia menyebut adanya dua bentuk kebenaran: kebenaran ala wahyu dan kebenaran ala akal. Nabi, katanya, mendapatkan kebenaran berlandas wahyu. Sementara filosof, katanya, mendapat kebenaran berlandas akalnya. Itulah yang disebutnya sebagai emanasi.
Dua abad berselang, teori itu dibawa Aquinas ke Eropa. Ia menuliskan tentang kebenaran ganda tadi—bahwa bukan sekadar wahyu sebagai sumber kebenaran, melainkan akal juga layak. Tweez Warden Theorie pun membahana. Ini dijadikan ajang untuk melawan dogma Gereja Roma yang kala itu dominan di Eropa.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

