Ini Tiga Aspek Yang Terkandung dalam Manaqib

Al Qur'an sendiri dalam banyak ayat mengisahkan orang-orang shalih dan zuhud

Secara bahasa, wasiat artinya ialah menyampaikan, menyambungkan. Karena pewasiat menyumbangkan kebaikan dunianya dengan kebaikan akhiratnya. Sedang menurut syara’ ialah secara sukarela memberikan hak yang dikaitkan dengannya setelah mati. Menurut ijma’, wasiat itu hukumnya sunat muakkad.

Maka seyogyanya, kapan saja jangan sampai wasiat itu terlupakan, seperti dijelaskan hadist shahih.

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيدُ أَنْ يُوصِيَ فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

Tidak ada hak atas seorang muslim yang mempunyai sesuatu untuk diwasiatkan, untuk bermalam selama dua malam kecuali wasiatnya telah tertulis di sisinya. (HR. Muslim)

Allah Swt juga memerintahkan kepada orang yang beriman agar senantiasa harus saling berwasiat di jalan kebenaran dan kesabaran. Di dalam al-Qur’an banyak ditemukan ayat-ayat yang menjelaskan orang-orang telah memberikan tuntutan berupa wasiat kepada anaknya beserta keluarganya.

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” [Surah Al-Baqarah: 132]

Baca juga: Manaqib, Khidmat dan Jalankan Amaliah Syekh Mursyid

أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِيۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ

Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.” [Surah Al-Baqarah: 133]

Allah juga menjelaskan secara terperinci tentang wasiat Lukman kepada anaknya dalam surah Lukman ayat 13 sampai ayat 19. Demikian pula Auliya Allah lainnya memberikan wasiat di antaranya: Imam Ghazali, Syekh Abdul Qadir Jailani kepada putranya bernama Abdul Rozak, dan Syekh KH. Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad pendiri Pondok Pesantren Suryalaya pada tanggal 5 September 1905, beliau telah memberikan wasiat bagi murid-murid beliau yang tersurat dalam tanbih. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi