Ini Tertib Haul Pangersa Abah Anom

Salah satu tradisi yang penting untuk dilestarikan adalah haul. Haul bisa dibilang sebagai bentuk peringatan untuk mendoakan orang yang telah wafat.

Haul yang diadakan bagi ulama atau aulia biasa diadakan untuk bersyukur terhadap perjuangan dan pengorbanan serta bentuk penghormatan terhadap mereka. Haul juga ajang untuk meraih keberkahan dan merajut silaturahim.

Haul diselenggarakan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah Swt, sekaligus mengenang jasa, kebaikan dan keteladanan yang dilakukan yang dihauli.

Lalu haul juga diperingati sebagai momen untuk memohon kepada Allah agar senantiasa dikumpulkan bersama dengan orang-orang salih dan para wali Allah.

Haul biasa diadakan sesuai dengan waktu yang disepakati, tak mesti sesuai dengan waktu wafatnya. Susunan kegiatannya pun disesuaikan dengan tradisi dan kebutuhan di daerahnya masing-masing.

Baca juga: Haul Abah Anom dan Tugas Terpenting Orang Tua

Sebelas tahun yang lalu, Pangersa Abah Anom wafat. Untuk itu, di Pondok Pesantren Suryalaya, Haul Pangersa Abah Anom dilaksanakan setiap tanggal 6 Syawal setelah shalat Ashar.

LDTQN Suryalaya mengimbau ikhwan akhwat di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara untuk mengadakan haul menyesuaikan dengan waktu di tempatnya masing-masing.

Adapun susunan haul yang dirilis LDTQN Suryalaya sebagai berikut:

Bacaan Tawasul 1 – 7 (sebagaimana dalam kitab ‘Uquudul Jumaan)

Tawassul kepada Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, r.a.

Surat Al-Ikhklas 11 x

Surat Al-Falaq 1 x

Surat An-Naas 1 x

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Baqarah ayat 1-5

Ayat Kursi

Dzikir Jahar sampai Dzikir Khafi (lihat dalam kitab Uquudul Jumaan) lalu ditutup dengan Shalawat Bani Hasyim 3x.

Rekomendasi