Ini Elemen Dasar dalam Bertarekat
Mengamalkan ajaran tarekat bukan untuk jadi sakti lalu buka praktik perdukunan
“Berbagai tarekat dapat memiliki praktik, doktrin, dan struktur organisasi yang berbeda-beda. Beberapa mungkin menekankan aspek-aspek tertentu lebih dari yang lain, dan cara praktik tersebut dijalankan juga bisa sangat beragam,” demikian tulis KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin Pangersa Abah Anom.
Dewan Pakar LDTQN Pontren Suryalaya itu juga mengingatkan bahwa belajar tarekat tidak sekadar tahu dan coba-coba, bukan juga untuk berbangga karena sudah bertarekat.
Bertarekat jangan sampai salah niat. Mengamalkan ajaran tarekat bukan untuk jadi sakti lalu buka praktik perdukunan sebagai mata pencaharian. Bertarekat juga bukan agar dikenal, berpengaruh, punya banyak followers dan punya banyak murid.
Baca juga: Tarekat Mu’tabarah Mengambil dari Ajaran Rasulullah Saw
Bertarekat, tambahnya, bukan sekadar untuk menenteramkan diri apalagi dijadikan sebagai pelarian diri dari problem-problem kehidupan. Bertarekat juga berarti jangan membuat masalah baru dengan malas bekerja yang dibungkus dengan pemahaman tawakkal yang keliru, sambil berharap mendapat limpahan karamah dan sedekah tapi hidup boros, misalnya dengan banyak merokok.
Bertarekat memang untuk mendekatkan diri pada Allah Swt, dengannya pula lahir amal shalih. Dengan bertarekat bisakah menjadi orang yang kreatif, produktif, dan kontributif dengan memberikan solusi-solusi bagi problem kehidupan manusia? []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

