Ini Bahayanya Orang Lalai Berdzikir Menurut Abah Anom

“Orang yang tidak ingat kepada Allah (tidak dzikir) kehidupannya akan sempit (banyak masalah). Oleh karena itu sangat penting mengkondisikan diri kita terus-menerus berdzikir siang dan malam. Terutama dzikir yang di dalam, akan sangat terbantu oleh dzikir yang di luar (jahar). Sehingga dzikirnya akan semakin mantap, semakin menyerap, semakin menancap, kemudian tembus ke rasa, selanjutnya tembus juga ke “rasaning rasa” (rasa yang paling dalam),” demikian ujar Pangersa Abah Anom pada kuliah subuh tahun 1414 H sebagaimana dirilis media resmi LDTQN Suryalaya.

KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs menyebutkan bahwa dampak buruk orang yang lalai berdzikir ialah kehidupannya akan sempit. Berarti, kita juga bisa menangkap pemahaman sebaliknya, yakni orang yang lazim berdzikir akan memperolah kehidupan yang lapang.

Jika merujuk pada al Qur’an, Allah Swt menggambarkan bagaimana kondisi orang berpaling dari ingat kepada-Nya, dari agama yang di ridhai-Nya, dari kitab yang diturunkan dan mengamalkannya.

Baca juga: Pesan Abah Anom Kepada Guru Zuki Saat Menyerahkan Tugas Pembinaan

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ

Dan siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Thaha: 124).

Ibnu Katsir menafsirkan siapa yang menyelisihi perintah-Ku, dan apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku serta berpaling darinya, melupakannya dan mengambil petunjuk dari selainnya, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit di dunia.

Orang ini juga, kata Ibnu Katsir tidak merasakan ketenangan, tidak memiliki kelapangan dada, bahkan dadanya sempit karena kesesatannya itu. Meskipun secara lahiriah, orang ini berlimpah kenikmatan, memakai pakaian yang dia mau, makan seenaknya, tinggal di manapun sekehendaknya.

Baca juga: Pangersa Abah Anom Memberikan Tips Agar Doa Dikabulkan

Maka sungguh selama qalbunya belum mencapai keyakinan dan petunjuk-Nya, dia selalu dalam kegelisahan, kegalauan, kebingungan, dan kebimbangan. Dia juga selalu dalam keraguan yang berulang-ulang. Inilah yang dimaksud dengan sempitnya kehidupan.

Kehidupan yang sempit atau ma’isyah dhanka juga dimaknai sebagai al syaqa’ atau ketidakbahagiaan atau kesengsaraan. Sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas.

Al ‘Aufi dari Ibnu Abbas juga memberi gambaran ma’isyah dhanka. Setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku, sedikit atau banyak, dia tidak bertaqwa kepada-Ku menyangkut harta tersebut, maka tidak ada kebaikan di dalamnya. Inilah kesempitan dalam hidup itu.

Baca juga: Abah Anom Sabar dan Syukur Harus Bergandengan

Sedangkan Ad Dhahhak demikian juga ‘Ikrimah dan Malik bin Dinar mengatakan ma’isyah dhanka ialah perbuatan buruk dan rezeki yang kotor (haram).

Sufyan bin ‘Uyainah dari Abi Hazim, Abi Salamah dan Abi Sa’id berkata terkait ma’isyah dhanka ialah disempitkan kuburnya, hingga tulang rusuknya tidak beraturan lagi di dalamnya. Dengan kata lain ia mendapat azab kubur.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ فِي رَوْضَةٍ خَضْرَاءَ، وَيُرَحَّبُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا، وَيُنَوَّرُ لَهُ قَبْرُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، أَتَدْرُونَ فِيمَ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: ﴿فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا﴾ ؟ أَتَدْرُونَ مَا الْمَعِيشَةُ الضَّنْكُ؟ ” قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: عَذَابُ الْكَافِرِ فِي قَبْرِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّهُ لَيُسَلَّطُ عَلَيْهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ تِنِّينًا، أَتَدْرُونَ مَا التِّنِّينُ؟ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ حَيَّةً، لِكُلِّ حَيَّةٍ سَبْعَةُ رُؤُوسٍ، يَنْفُخُونَ فِي جِسْمِهِ، وَيَلْسَعُونَهُ وَيَخْدِشُونَهُ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: seorang mukmin di dalam kuburnya berada di taman hijau, dia disambut dengan gembira di kuburnya sejauh tujuh puluh hasta, disinari kuburnya seperti bulan malam purnama. Apakah kamu tahu mengapa ayat ini diturunkan “maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit? Apakah kamu mengetahui apa itu kehidupan sempit?

Baca juga: Pangersa Abah Anom Bagikan Tips Agar Bisa Perbanyak Ibadah

Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi Saw berkata: azab orang kafir di kuburnya, dan demi Dzat yang mengenggap jiwaku, sungguh Dia akan memerintahkan 99 tinnin padanya. Tahukah apa itu tinnin? 99 ular, dan setiap ular punya 7 kepala. Ular-ular itu meniup tubuhnya, menyengat, menggigit dan mencakarnya sampai hari dibangkitkan.

Kehidupan sempit yang diungkap al Qur’an, menurut ulama bisa punya banyak makna. Pertama, kehidupan sempit di dunia maknanya dia senantiasa merasakan kegelisahan, kegalauan dan ketidaktenangan hidup walau harta berlimpah.

Kedua, sempitnya hidup ialah memperoleh ketidakbahagiaan dan kesengsaraan. Ketiga, maknanya bisa berarti tingkah laku yang buruk dan rezeki yang kotor atau memperolehnya dengan cara yang tidak halal. Jadi harta sedikit atau banyak kalau tidak ada ketaqwaan di dalamnya tidak ada kebaikannya.

Baca juga: Di Balik Amanat Pangersa Abah Anom

Keempat, sempitnya hidup juga bisa berarti memperoleh azab kubur. Kelima ialah celaka di akhirat. Dengan demikian, begitu buruknya dampak lalai dari berdzikir yang bisa menyebabkan sempitnya hidup.

Maka di sini Pangersa Abah Anom menegaskan betapa pentingnya mengamalkan dzikir jahar dan dzikir khafiy secara istiqamah. “Oleh karena itu sangat penting mengkondisikan diri kita terus-menerus berdzikir siang dan malam. Terutama dzikir yang di dalam, akan sangat terbantu oleh dzikir yang di luar (jahar),” ucap beliau.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa dzikir jahar dan dzikir khafiy yang diamalkan oleh ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya dan ditalqinkan oleh Abah Anom berfaedah agar tidak mendapat kesempitan hidup sebagaimana disebut di atas.

Rekomendasi
Komentar
Loading...