Amaliah Dzikir Belum Selesai Karena Ada Keperluan, Apakah Mesti Mengulang Dari Awal?

“Bagaimana jika kita sedang mengamalkan dzikir jahar, dengan kata lain di pertengahan amaliah ada yang butuh kepada kita, apakah kita harus mengulang dari awal lagi?” demikian pertanyaan yang hadir dalam kajian tanya jawab amaliah TQN yang digelar Majelis Dzikir SAEPI.

H. Andhika Darmawan selaku pengampu program tersebut menjawab, misalnya sedang berdzikir, lalu baru dzikir jahri sebanyak seratus kali, namun ada yang perlu kepada kita, maka ditutup saja dzikirnya.

Lalu dzikir yang belum selesai tersebut bagaimana? Dzikir itu bisa diganti atau dilaksanakan di waktu yang lain dengan mengulangnya dari awal kembali.

Baca juga: Apakah Dzikir Khatam boleh dilakukan di luar waktu yang dianjurkan

Sebab kata Ustadz Andhika, insyaAllah dengan menolong orang lain yang membutuhkan dan telah melaksanakan dzikir pada waktunya sesuai bimbingan guru akan mendapatkan keutamaan.

Namun, Wakil Ketua LDTQN DKI Jakarta tersebut tetap mengingatkan agar ikhlas mengulang saja dan tidak perlu ada beban apalagi rasa menyesal karena harus mengulang dzikir sedari awal pada saat mengqadhanya atau menggantinya di lain waktu, wallahu a’lam.

Pertanyaan lainnya, bila sedang melaksanakan dzikir khataman lalu di pertengahan harus berhenti karena dipanggil pimpinan, apakah setelah selesai boleh dilanjutkan kembali atau mengulang dari awal?

Ustadz Andhika mempersilahkan kepada penanya meneruskan dzikir khatamannya dengan tidak perlu mengulang dari awal. Bahkan, ia menambahkan, ketika dzikir harian batal karena buang angin, setelah berwudhu lagi, boleh langsung dilanjutkan tanpa mengulang lagi. Demikian yang pernah disampaikan oleh seorang Wakil Talqin, ujarnya.

Rekomendasi