In Memoriam, KH. Abdul Rosyid Effendi, BA.
KH Abdul Rosyid Effendi, wakil talqin TQN, dakwah luas dan penuh keberkahan di Jakarta
Segera Kiyai Effendi dibawa ke RS Triadipa. Vonis dokter harus dirawat. Sehubungan dengan kondisi ruang inap yang tidak layak, perawatan kemudian dipindahkan ke RS Islam Cempaka Putih. Selama satu minggu beliau mendapatkan perawatan intensif dan diawasi oleh dokter ahli penyakit internis.
Ternyata peralatan di RS Islam Cempaka Putih juga tidak memungkinkan untuk tindakan lanjutan atas penyakit Kyai Effendi, lalu pihak RS berkonsultasi dengan salah seorang profesor yang biasa menangani penyakit jenis tersebut. Akhirnya Kyai Effendi dipindahkan ke RS Persahabatan Rawamangun.
Di RS Persahabatan, Kyai Effendi langsung dimasukkan ke Ruang ICU untuk selanjutnya menunggu tindakan operasi. Dari kediaman beliau salah seorang anaknya berusaha berkomunikasi dengan Pangersa Abah Anom melalui salah satu asistennya. Anak beliau memohon untuk dido’akan oleh Pangersa Abah, bahwa Kyai Effendi akan dioperasi. Jawaban dari Pangersa Abah, “Gak usah, pulang saja!”
Mendapat jawaban tersebut, ia langsung menghubungi keluarga yang ada di RS. Di RS semua keluarga bingung atas informasi tersebut, sedangkan semuanya sudah dipersiapkan dan tinggal ambil tindakan. Peralatan semua sudah dibayar dengan harga yang tidak murah. Dalam kondisi bingung itu, tiba-tiba dari ruang operasi ada suara ketukan dari tim medis, isyarat agar salah seorang keluarga masuk ke ruang operasi.
Di hadapan anaknya, Kyai Effendi berkata, “Barusan Abah hadir! Aku tidak usah dioperasi!”
Begitulah, pada akhir hayatnya, Kyai Effendi banyak disibakkan karamah Wali Mursyid. Dan beliau batal diambil tindakan operasi. Akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir pada 18 Mei 2005, didampingi dua wakil talqin, KH. Nur Anom Mubarok dan KH. Wahfiudin, diiringi lantunan Shalawat Bani Hasyim.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

