Imam Sahl Tustari, Sufi Yang Matang Secara Ilmu dan Ruhani

Imam Sahl memulai dakwahnya berdasarkan petunjuk dan pengertian yang mendalam

Imam Sahl memulai dakwahnya berdasarkan petunjuk dan pengertian yang mendalam (bashirah). Beliau tidak memulainya kecuali yakin Allah telah mengizinkannya untuk berdakwah.

Setelah jihad dan mujahadah, dzikir dan ibadah, puasa serta melakukan perjalanan ke berbagai penjuru negeri untuk berguru, sampailah ia pada level matang secara ilmu dan matang secara ruhani dengan taufiq dari Allah Swt.

Dakwahnya tidak terbatas pada melakukan pendidikan (tarbiyah) dan pengajaran tingkah laku (ta’limus suluk). Dakwahnya juga tidak terbatas pada sekadar ucapan dan memberikan mauizah hasanah (nasehat baik). Akan tetapi beliau juga meninggalkan karya tulis, di antaranya ialah Raqa’iqul Muhibbin, Mawaidzul Arifin, Jawabat Ahli Yaqin, Qashashul Qur’an dan Tafsirul Qur’an Al Adzim.

Baca juga: Tiga Hal yang Dilakukan Imam Syafi’i di Makam Imam Abu Hanifah

Imam Sahl terkenal dengan sikapnya yang amat memuliakan sunnah. Beliau bersikap penuh hormat kepada orang-orang yang berkhidmah kepada sunnah. Di antara kalam hikmahnya ialah;

ما عبد الله بشيء أفضل من مخالفة الهوى

Tidak lah seseorang mengabdi kepada Allah dengan pengabdian yang lebih utama daripada menyelisihi hawa nafsunya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi