Ihram Bukan Semata Soal Pakaian, Namun Kesadaran Menuju Allah
Ihram bukan sekadar pakaian, tetapi niat dan kesadaran mendekat kepada Allah
Sebaliknya juga, sekiranya saat jamaah yang akan ihram, (semoga tidak terjadi) hotel tempat menginap terbakar sehingga seluruh pakaian ihram ikut terbakar, terpaksa berangkat juga dengan pakaian biasa, dan di Bir Ali niat ihram. Labbayk Allahumma Umratan tanpa pakaian ihram, tidak apa-apa.
Dengan tidak pakai pakaian ihram dia terkena dam (denda), tapi ihramnya tetap sah. Karena ihram bukan soal pakaian namun soal niat dan kesadaran. Kesadaran mengharamkan diri dari urusan harta benda keduniawiaan. Kesadaran benar-benar ingin mendekatkan dan menyerahkan diri kepada Allah. Itu makna ihram lebih kepada dimensi spiritualnya.
Siapa saja yang harus ihram?
Pertama, niat orang itu. Kalau niat orang itu untuk haji atau umrah maka saat memasuki miqat (perbatasan) dia harus ihram.
Seorang diplomat yang ke masuk ke Makkah untuk urusan TKW dan pekerjaan, bukan untuk umrah atau haji, tidak perlu untuk ihram. Jadi ihram itu bagi orang yang berniat haji dan umrah.
Sudah ada niat haji, harus dilihat waktunya. Sudah masuk waktunya musim haji belum? Kapan musim haji? Disebut musim haji mulai 1 syawal hingga 9 dzulhijjah. Jika orang masuk ke Makkah 1 syawal untuk berhaji maka harus ihram.
Sedangkan umrah tidak ada musimnya. Jika pun ada musim umrah, itu pemerintah Saudi yang mengaturnya. Setelah selesai orang berhaji, orang yang akan umrah tidak langsung diberikan ijin karena pemerintah saudi perlu melakukan pembersihan agar tidak ada jamaah yang tinggal disana untuk cari kerja. Ini musim secara administrasi pemerintahan, namun secara ibadah musim umrah itu tidak ada musimnya. []
(KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

