Idul Adha, Tasyriq dan Kurban
Idul Adha dan Idul Fitri adalah penanda dari ketaatan yang telah khatam dan lengkap
Takbiran “mursal” adalah takbiran yang dilakukan setelah masuk waktu maghrib sampai imam memulai shalat id—sama seperti takbiran Idul Fitri. Disebut “mursal” (harfiah: dibebaskan) sebab orang bebas takbiran di mana saja dan kapan saja di sepanjang waktu tersebut.
Sedangkan takbiran “muqayyad” adalah takbiran yang dilakukan setiap bakda shalat fardu, yaitu dimulai sejak bakda shalat Subuh tanggal sembilan Dzulhijjah (hari Arafah) dan berakhir bakda shalat Asar di akhir hari tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah). Disebut “muqayyad” (harfiah: dibatasi) sebab takbiran dibatasi hanya setelah shalat fardu (sebagai wirid setelah shalat fardu).
Baca juga: Keutamaan Berkurban
Jadi, takbiran “mursal” disunahkan saat Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan takbiran “muqayyad” disunahkan hanya pada masa-masa Idul Adha.
Dalil Takbiran
Dalam Al-Quran, Allah berfirman,
“Hendaklah kalian cukupkan bilangan puasa Ramadan. Dan takbiranlah atas hidayah Allah yang diberikan kepada kalian. Semoga kalian bersyukur kepada Allah untuk hal tersebut.” (al-Baqarah: 185).
Ayat tersebut tentang takbiran (mursal) Idul Fitri. Dan takbiran Idul Adha di-qiyas-kan kepada takbiran Idul Fitri tersebut.
Sedangkan dalil spesifik untuk takbiran (muqayyad) Idul Adha adalah riwayat al-Hakim dalam “al-Mustadrak”,
“Nabi Saw mengeraskan bacaan basmallah dalam shalat fardu; membaca doa qunut dalam shalat Subuh; takbiran sejak shalat Subuh hari Arafah dan berhenti bakda shalat Asar di akhir hari tasyriq.”
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

