Dzikir di Antara Pahala dan Dosa
Dzikir menyatukan alam dan jiwa, kunci ketenangan hati dan pengabdian ikhlas pada Allah
Titik kesadaran dalam diri yang berkurang, lupa untuk ingat selalu kepada sang Maha Pemberi Energi kehidupan merupakan bercak-bercak hitam dalam diri. Apakah yang terjadi kalau “Kacang lupa kulitnya? Habis manis sepah dibuang? Surga dalam khayal, neraka di depan mata. Yang diingat bukan pemilik surga, yang diingat hanya surgaNya.” Sedangkan setiap bentuk dan sifat ibadah tanpa diiringi dengan dzikir, sia-sia belaka.
Rasulullah SAW bersabda: “Segala tingkah-pola laku kehidupan tidak diiringi dengan dzikir pada Allah bagaikan permainan dan senda gurau belaka.” (HR Nasaai).
Dzikir yang dimaksud adalah dzikir qalbu yang harus menyertai dzikir lisan. Dzikir qalbu mendasari dan mewarnai dzikir lisan dan gerak anggota jasmani dalam kesadaran, bahwa seluruh bagian pada diri harus tunduk dan sujud dengan ikhlas di hadapan Dzat Maha Agung, Allah SWT, tidak terikat oleh ruang dan waktu. Karena sekecil dan selembut apa pun gerak diri adalah karena KehendakNya.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak bergerak satu dzarrah pun kecuali dengan idzinNya.”
Allah SWT berfirman: “…Katakanlah olehmu (Muhammad): Semuanya (datang) dari sisi Allah…” (QS An-Nisaa / 4 : 78).
“Allah lah yang menciptakan kalian dan apa saja yang kalian lakukan.” (QS Ash-Shaaffaat / 37 : 96).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

