Di Rumah Membangun Makrifat
Diam di rumah saat pandemi jadi momentum muhasabah dan makrifat diri menuju Ilahi
Inilah proyek besar yang sejatinya harus digali dari kebijakan berdiam di rumah. Menggunakan waktu untuk melakukan instropeksi diri (muhasabah al nafs), menimbang amal masa lalu untuk menghadapi kehidupan masa depan yang lebih abadi.
Sebagaimana perintah Allah wal tandzur nafsun maa qaddamat lighad. Semua pencerahan ruhani spiritual intelektual dari tradisi agama apapun memiliki prosesi berdiam diri. Ada tahannus atau khalwat Nabi di Goa Hira, ada nyepi dan bertapa pada tradisi Jawa.
Pada tradisi tarekat ada juga istilah wuquf qalbi, wuquf zamani wal makani dan wuquf adadi. Kesemuanya mengarahkan kepada pencapaian ma’rifah al nafs (pemahaman akan jati dirinya) dan ma’rifatullah (memahami akan keberadaan Allah).
Baca juga: IBJ Turun ke Bantar Gebang Distribusikan Paket Sembako
Ada beberapa langkah untuk mencapai kemakrifatan; muhasabatun nafs (mawas diri), tazkiyah nafs (pensucian diri) dengan bertaubat dan zuhud, mujahadatun nafs (melakukan amal secara serius) dan muraqabatun nafs (merasa bersambung dan bersama-Nya).
Mari gunakan kebijakan berdiam di rumah selama wabah CoViD-19 ini sebagai momentum peningkatan pemahaman dan kesadaran diri. Insya Allah hasilnya akan berdampak sistemik bagi kehidupan ke depan baik di dunia maupun akherat.
Semoga selalu ada pelajaran dan hikmah yang difahamkan pada kita semua. []
(Dr. H. Imam Hanafi Aljauhari M.Ag., Ketua YSB Pontren Suryalaya Korwil Jawa Tengah, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan, Litbang Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI), Mustasyar NU Pekalongan, Lajnah SDM JATMAN)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

