Dasar Hukum Shalat Sunnah Rajab & Nishfu Sya’ban

Awal dari tarekat, dimulai dengan mukasyafah dan musyahadah

Oleh karenanya Ibnu ‘Arabi dalam magnum opusnya al-Futuhat al-Makkiah mengatakan bahwa hadits ini sebagai “shahih kasyfan wa la shahih sanadan.” Artinya secara metodologi ahli hadits, hadits ini tidak shahih bahkan dianggap palsu. Sedangkan secara kasyaf (pengetahuan batin) peringkatnya shahih. Contoh diatas adalah sebuah penyebab adanya konfrontasi antara kalangan ahli hadits dan fuqaha dengan para sufi.

Alasan Kedua

Mengukur diri sendiri. Banyak ahli hadits yang menilai para sufi sebagaimana mereka menilai kemampuan diri mereka. Ketika para ahli hadits tidak bisa berkomunikasi dengan Rasul, mereka katakan tidak mungkin seseorang bertemu Rasul setelah beliau wafat. Mereka menyatakan bahwa para sufi sebenarnya banyak melakukan kebohongan atas nama Nabi, karena mereka selalu menyebutkan hadits-hadits palsu. Mereka menanggapi pertemuan antara Syaikh Ahmad at-Tijani yang mengaku bertemu dengan Nabi dan memberikan ijazah tarekat Tijaniyyah, atau Ibnu ‘Arabi yang bertemu dengan Rasulullah SAW dan memberikan hadits qudsi “kuntu kanzan makhfiyan…” sebagai pernyataan yang tidak mungkin terjadi.

Syaikh Ahmad at-Tijani dan Ibnu ‘Arabi hidup dimasa yang jauh setelah hidupnya Rasulullah SAW. Para sufi menganggap Rasulullah tidak mati tetapi tetap hidup dan dapat berkomunikasi dengan orang-orang tertentu. Bukankah Allah berfirman “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” (QS. 2:154) juga di ayat lain “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS. 3:169).

Bukankah Rasulullah SAW juga berkomunikasi dengan nabi Musa AS saat Mi’raj? Para ahli hadits di zaman dahulu menghabiskan umurnya untuk mengumpulkan dan mengecek kebenaran hadits meskipun harus bepergian ke tempat yang jauh. Para ahli hadits zaman sekarang mungkin lebih ringan karena mengecek hadits cukup dari buku ke buku. Wajar saja jika mereka memiliki data yang akurat seputar perawi hadits. Semoga Allah membalas jerih payah mereka dengan balasan yang berlipat ganda.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi