Dakwah TQN di Tengah Keluarga Terutama bagi Anak
Dalam praktiknya dakwah bisa dilakukan dalam ruang lingkup terdekat, yakni keluarga
Bahkan anak yang masih balita bisa dibacakan dzikir khatam baik dalam keadaan terjaga atau pun tidur. Ibu yang sedang menyusui bisa membaca dzikir khatam sampai anak tertidur. Dengan pembiasaan ini, anak sudah diperkenalkan sejak dini dengan Amaliah TQN yang berisikan dzikir, kalimah thayyibah dan do’a-do’a.
Ketiga, Sering-seringlah Membaca Shalawat Bani Hasyim
Shalawat Bani Hasyim bisa dibaca dan dilantunkan dekat anak, kala sedang bermain, makan, minum, sebagai pengantar tidur, bahkan sejak masih dalam kandungan.
Selain untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw, shalawat Bani Hasyim juga banyak memiliki keutamaan. Dengan memperdengarkan shalawat ini, anak akan terbiasa bahkan bisa hafal dengan sendirinya.
Baca juga: Tiga Tali Temali Pengukuh Ikatan Pernikahan
Keempat, Ajak Berziarah ke Makam Masyayikh TQN
Anak diajak berziarah ke Makam KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad qs dan KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin qs. di Pondok Pesantren Suryalaya di Tasikmalaya. Anak juga bisa diajak berziarah ke Makam Syekh Thalhah bin Thalabuddin Kalisapu di Cirebon.
Anak dibiasakan untuk bersilaturahim dan mengunjungi orang-orang shalih, baik mereka yang sudah wafat atau pun belum. Perkenalkan perjuangan dan nilai-nilai keteladanan dari ulama dan awliya yang diziarahi.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

