Bulan Maulid Nabi, Momentum Kembali pada Ekonomi Islam

Ekonomi Islam mencakup paling tidak dalam dua sektor besar dalam kehidupan ini

Sehingga dari sini, keteladanan Rasululullah Saw dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan nilai-nilai yang dibawanya perlu diteladani oleh umat Islam. Sehingga seluruh proses kehidupan kita secara kolektif mengantar pada keselamatan di dunia dan akhirat serta membawa keberkahan, dan memperoleh ridha Allah Swt.

Misalnya, di antara prinsip dalam ekonomi Islam yang mendasar ialah bahwa semua sumber daya termasuk harta benda sejatinya Allah Swt anugerahkan pada manusia untuk didayagunakan sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.

Sehingga Islam mengakui adanya kepemilikan harta benda oleh seseorang dalam batas tertentu. Tetapi di sisi lain menolak adanya akumulasi kekayaan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang atau kelompok tertentu, “agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (Al Hasyr ayat 7).

Dari sini muncul larangan menimbun atau pun memonopoli harta benda. Hadir lah ekonomi Islam yang berdimensi sosial seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf sebagai instrumen penyeimbang agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi yang terlalu jauh.

Karena bangkitnya ekonomi Islam dimulai dari paradigma seseorang terhadap harta. Dengan kesadaran secara individual ini muncul kesadaran kolektif, sehingga nantinya umat Islam bukan hanya berjamaah di masjid tapi juga berjamaah dalam ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi