LDTQN Jawa Tengah Gelar Safari Dakwah Tasawuf

Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Provinsi Jawa Tengah dan Ibu Bella Jawa Tengah menggelar Safari Dakwah Tasawuf TQN Pondok Pesantren Suryalaya pada Sabtu (23/7) lalu.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT yang atas ridha-Nya, maka pada hari ini, kita bisa berkumpul tempat yang mulia ini, di Pondok Pesantren Mbah Rumi, Ngaliyan untuk bersama sama belajar dalam acara Safari Dakwah Tasawuf yang diselenggarakan atas kerjasama LDTQN Jawa Tengah dengan Pondok Pesantren Putri Mbah Rumi. Semoga ilmu yang akan disampaikan bisa menjadi manfaat bagi kita semua,” ucap Hj. Ayu Qosim, Ketua Ibu Bella Jawa Tengah dalam sambutannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Mbah Rumi, Ibu Nyai Isnayati Cholis bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Bahkan berencana membuatkan program khusus, terutama untuk mahasiswi.

“Kerja sama ini akan berkesinambungan karena pentingnya ilmu tasawuf dan bertarekat,” ujarnya.

Baca juga: Ini Pengurus LDTQN Jawa Tengah Masa Khidmat 2022-2027

Prof. Dr. KH. Imam Khanafi, M.Ag yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menjelaskan tiga rukun agama (Islam, Iman dan Ihsan), serta menerangkan bagaimana kedudukan thariqah.

“Thariqah itu cara atau sistem yang harus dilakukan secara intens agar kita bisa sambung terus hati kita pada Allah. Dengan cara apa menyambungnya? dengan cara mengamalkan syariah secara istiqamah,” papar Ketua LDTQN Jawa Tengah tersebut.

Guru Besar Bidang lmu Tasawuf UIN KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan itu menilai hal ini penting untuk ditekankan. Karena ada sebagian yang memahami bahwa orang thariqah itu tidak perlu syariah. Padahal hal itu adalah hoaks. Dan ini sesat menyesatkan.

Baca juga: Selamat LDTQN Jawa Tengah Resmi Dilantik Gelar Upgrading I

Karena itu ada yang disebut thariqah mu’tabarah dan thariqah ghairu mu’tabarah. Thariqah yang mu’tabarah itu yang menyandingkan antara syariah dan thariqah, tidak menafikan salah satunya.

Rekomendasi