Bekal Terbaik Kembali kepada Allah Swt

KH. Arief Ichwanie mengawali khidmah ilmiahnya dengan mengutip surah Al A'raf ayat 79

“Kita berasal dari Nur Muhammad Saw, semua berasal dari Nur Muhammad Saw. Kita harus kembali ke habitat yang semula, habitat dari Nur Muhammad Saw,” imbuhnya.

من دخل القبر بلا زاد فكأنما ركب البحر بلا سفينة

Siapa yang kembali kepada Allah (masuk kubur) dengan tidak membawa bekal, seperti orang yang mengarungi lautan tanpa sampan.

Wakil Talqin asal Bandung tersebut juga menyoroti betapa kita terlalu sibuk memoles, menghias dan mempercantik tubuh fisik dan lain sebagainya. Padahal saat kembali kepada Allah akan kembali menjadi tanah lagi. Tetapi ruh yang berasal dari Allah, akan kembali kepada-Nya.

وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ

dan kepada-Nya aku kembali. [Surah Ash-Shūrā: 10]

Baca juga: Peran Rasulullah Saw Yang Dilanjutkan Guru Mursyid

Apa yang mesti kita bawa ketika kita kembali pada Allah? Segala amal shalih, sebagai bukti syukur kita kepada Allah, dan bekal yang paling baik menuju adalah bekal kalimat taqwa, bekal taqwa kepada Allah Swt. Seperti bekalnya Tuan Syekh Abdul Qadir Al Jailani dan Pangersa Abah yang kembali kepada Allah.

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ

Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. [Surah Al-Baqarah: 197]

“Bila kita tidak memberdayakan tiga potensi fitrah yang tercantum dalam surah An Nahl, maka kita akan kembali kepada Allah seperti binatang, bahkan lebih hina dari pada binatang,” pungkasnya. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi